Baznas Dorong Kolaborasi Keuangan Sosial Islam Global Hadapi Krisis Iklim
Baznas mengusulkan Kerangka Keuangan Sosial Islam untuk Ketahanan Iklim dalam workshop COMCEC di Malaysia..(Baznas)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong penguatan kolaborasi dan pemanfaatan instrumen keuangan sosial Islam lintas negara. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan masyarakat global dalam menghadapi ancaman bencana serta risiko perubahan iklim yang kian meningkat.

Gagasan tersebut disampaikan oleh Deputi I Pengumpulan Baznas RI, M Arifin Purwakananta, dalam workshop internasional COMCEC yang berlangsung di INCEIF University, Malaysia, pada 5-8 Oktober 2026. Pertemuan ini turut dihadiri oleh perwakilan MAIWP Malaysia, Lembaga Zakat Negara Maladewa, serta delegasi dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC).

Arifin menekankan bahwa dampak bencana iklim telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai negara, mulai dari krisis air bersih dan pangan hingga terganggunya keberlanjutan mata pencaharian. Oleh karena itu, ia menilai ketahanan iklim harus segera menjadi agenda kerja sama lintas negara dan lembaga.

“Bencana iklim terjadi di banyak negara dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, ketahanan iklim perlu menjadi agenda kerja sama lintas negara dan lintas lembaga,” ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10).

Penyusunan Kerangka Kerja Bersama

Sebagai respons atas tantangan tersebut, para peserta workshop mengusulkan penyusunan Kerangka Keuangan Sosial Islam untuk Ketahanan Iklim. Kerangka ini dirancang untuk memetakan kebutuhan, menyelaraskan sumber daya, serta merancang proyek percontohan yang aplikatif di lapangan.

Arifin menambahkan bahwa instrumen seperti zakat dan wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi iklim. Namun, ia mengingatkan pentingnya tata kelola yang akuntabel sesuai dengan prinsip dan mandat masing-masing instrumen.

“Kita perlu membangun kerangka bersama agar kolaborasi berlangsung dengan jelas dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Tindak Lanjut di Jakarta

Pembahasan mengenai kolaborasi internasional ini dijadwalkan berlanjut di Jakarta pada Desember 2026 mendatang. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mematangkan konsep kerangka kerja sama sebelum disempurnakan pada Januari 2027.

Baznas mengundang negara anggota OIC, lembaga zakat dan wakaf, serta mitra terkait untuk memberikan masukan konstruktif. Diharapkan, gagasan ini dapat bertransformasi menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat global yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *