Bangun Eksosistem Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon
Ilustrasi(Dok Istimewa)

ASOSIASI Ahli Emisi Karbon Indonesia (ACEXI) resmi meluncurkan COPPER-ACE Initiative (Collaborative Partnership Program for Emission Reduction and Advancement of Climate Ecosystems) bertempat di Ruang Seminar Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, hari ini. Langkah strategis yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan tiga tahun ACEXI ini dirancang untuk membangun ekosistem pengendalian perubahan iklim yang kuat, transparan, serta mempercepat tata kelola Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor.

Peluncuran inisiatif besar ini dihadiri langsung oleh pemangku kepentingan kunci, mulai dari pimpinan Kementerian Lingkungan Hidup RI, pimpinan PT Bursa Efek Indonesia, akademisi, hingga belasan korporasi strategis yang masuk dalam kemitraan tahap pertama.

Direktur Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Ir. Haryo Pambudi, S.Hut, M.Sc dalam sambutannya menjelaskan tentang ruang lingkup tata kelola NEK untuk mendorong kesiapan sektoral, kesiapan proyek dan investasi dan kesiapan mekanisme perdagangan karbon. ‘’Investasi tidak hanya dilakukan sebagai pemenuhan target NDC tapi juga untuk mencapai tujuan yang lebih ambisius.’’ Di bagian lain sambutannya, Beliau juga menyatakan pada saatnya asosiasi-asosiasi akan melakukan pemetaan profesi/keahlian anggotanya yang ujungnya adalah spesialisasi pekerjaan. Terkait COP, pekerjaan untuk mengisi Annual Work Plan 2027 akan membutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak yang terkait dengan tata kelola NEK.

Penasihat Utama Menteri Kehutanan RI, Edo Mahendra, S.E., M.A., D.Phil., menyatakan, ‘’COPPER-ACE Initiative yang digagas ACEXI ini dapat berperan seperti tembaga yaitu sebagai penghantar pemangku kepentingan untuk bersinergi meningkatkan Nilai Ekonomi Karbon kita’’. Beliau meyakini bahwa keberhasilan hanya bisa dicapai bila dikerjakan bersama-sama. ‘’Semoga ini bisa menjadi momentum agar kita semua semakin kompak dan makin banyak membawa kebaikan bagi Indonesia.

Terkait Kehutanan Sosial, Beliau menjelaskan, ‘’Pendekatan bottom-up dalam Kehutanan Sosial yang mengutamakan masyarakat yang disebut Pak Menteri ‘the real guardians of the forest’ harus diberi intervensi lebih karena ada potensi failure. ACEXI melalui COPPER-ACE Initiative dapat berperan langsung melalui capacity building, knowledge sharing, pengembangan standar dan praktik terbaik sehingga (masyarakat) mampu dijadikan subjek dalam proyek karbon.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, S.AB, MM, menyampaikan bahwa, ‘Sejak diluncurkan pada 26 September 2023, fokus IDXCarbon tidak hanya pada penyediaan trading infrastructure. Kami juga secara aktif melakukan market development dan ecosystem development untuk mendorong semakin banyak pihak terlibat dalam pasar karbon Indonesia’’ Salah satu tantangan pengembangan pasar karbon adalah bagaimana para pelaku dalam ekosistem tersebut saling menemukan, memahami kebutuhan masing-masing, dan pada akhirnya berkolaborasi.

‘’IDXCarbon siap mendukung dan berkolaborasi dengan ACEXI serta COPPER-ACE dalam upaya memperkuat ekosistem pasar karbon Indonesia. Kami berharap COPPER-ACE dapat menjadi salah satu wadah yang semakin mempertemukan expertise dengan kebutuhan industri, project developer dengan calon mitra, serta supply dengan demand. Kita juga ingin memastikan bahwa manfaat ekonomi dari besarnya potensi karbon Indonesia dapat sebesar-besarnya dinikmati di dalam negeri.”

Direktur Utama PT Energy Management Indonesia (Persero), Henri Firdaus, S.TI, MM, sebagai mitra perintis dalam COPPER-ACE Initiative menyampaikan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi profesi dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor juga akan menjembatani kebijakan, keahlian teknis, kebutuhan industri dan implementasi nyata. ‘’PLN EMI menyambut baik COPPER-ACE Initiative sebagai platform kolaborasi berbagai institusi. Kami terbuka menjajaki sinergi sesuai kompetensi masing-masing pihak, khusunya pada pengelolaan energi, pengurangan emisi dan penguatan ekosistem berkelanjutan,’’ demikian tutup Beliau.

Ketua Umum ACEXI, Lastyo Kuntoaji Lukito, S.T., MCP, menegaskan bahwa urgensi penurunan emisi karbon tidak bisa lagi diselesaikan dengan kerja sendiri-sendiri. COPPER-ACE hadir sebagai wadah integratif yang menyelaraskan penguatan ekosistem, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan secara bergandengan. “Di usianya yang menjelang tiga tahun, ACEXI melihat kebutuhan untuk kolaborasi dari berbagai pihak sangat besar. COPPER-ACE Initiative adalah jawaban nyata kami untuk menciptakan ekosistem yang efektif bagi penurunan emisi. Kami ingin memastikan solusi iklim Indonesia berjalan secara berkelanjutan dan berkeadilan melalui penguatan kapasitas ahli-ahli karbon domestik.”

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *