
Pemerintah Malaysia mengambil langkah tegas dengan meliburkan sejumlah sekolah pada Jumat (9/10) menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, mengonfirmasi bahwa kebijakan ini diambil untuk melindungi kesehatan para siswa.
Wilayah yang terdampak penutupan sekolah meliputi negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor. Selain itu, sekolah di wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya, serta Distrik Rompin di Pahang, juga diinstruksikan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar di kelas. Kebijakan tersebut berdampak pada lebih dari 2 juta siswa yang kini diharuskan menjalani proses belajar dari rumah.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Malaysia tersebut dilaporkan merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia. Situasi ini memicu kekhawatiran serius dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
“Situasi kabut asap Malaysia yang memburuk sangat mengkhawatirkan, terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Anwar. Ia menegaskan bahwa pemerintah Malaysia tengah meningkatkan upaya penanggulangan, termasuk rencana operasi penyemaian awan untuk memicu hujan buatan.
Sebelumnya, pada September lalu, Malaysia telah melakukan operasi serupa selama tiga hari di Sarawak guna menambah cadangan air bendungan dan menekan kabut asap. Sarawak, yang terletak di Pulau Kalimantan, berbagi perbatasan darat langsung dengan wilayah Indonesia.
Sebagai langkah diplomasi dan teknis, Malaysia telah meminta persetujuan dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan operasi penyemaian awan yang melibatkan penggunaan wilayah udara Indonesia. PM Anwar Ibrahim juga telah berkomunikasi langsung dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, guna membahas penanganan masalah ini secara kolaboratif.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan RI, hampir 95.000 hektare lahan terbakar di Indonesia pada bulan Juli saja. Secara akumulatif, total lahan yang terbakar secara nasional mencapai sekitar 202.000 hektare hingga akhir Juli. Dampak kesehatan di Indonesia juga signifikan, dengan catatan sekitar 175.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Agustus di berbagai wilayah terdampak.
Di sisi lain, negara tetangga Singapura yang saat ini tengah menjadi tuan rumah ajang balap Formula 1 pada akhir pekan ini, menyatakan tetap melanjutkan acara sesuai jadwal. Pihak penyelenggara menegaskan tidak akan menunda balapan meskipun wilayah tersebut juga mulai terdampak kabut asap. (Ant/E-3)
