
SEBAGIAN daerah di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan pada Kamis (8/10). Selain potensi hujan, masyarakat diminta waspada terhadap gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan yang berisiko bagi aktivitas pelayaran serta ancaman air laut pasang (rob) di perairan utara.
Pada pagi hingga siang hari, cuaca di Jawa Tengah secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, sebanyak 17 daerah di bagian tengah, sebagian Solo Raya, serta Pantura–terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi–berpeluang diguyur hujan ringan.
“Meskipun berpeluang turun hujan ringan di sebagian daerah di Jawa Tengah, di musim kemarau yang masih berlangsung ini tetap waspada kebakaran hutan dan lahan,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah, Kamis (8/10).
Gempita merinci 17 daerah yang berpotensi turun hujan ringan meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Salatiga, dan Ambarawa.
Sementara itu, daerah lain diprediksi cerah berawan dan berawan sepanjang hari. Angin secara umum bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 16-36 derajat celsius dengan kelembaban udara mencapai 40-95 persen.
Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter
Meskipun cuaca di perairan umumnya cerah berawan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah yang mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Prakirawan BMKG Tunggul Wulung Cilacap, Adnan Dendy Mardika, menyatakan bahwa gelombang tinggi tersebut sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran, mulai dari kapal nelayan, tongkang, hingga kapal angkutan barang dan penumpang.
Menurut Adnan, gelombang tinggi hingga 4 meter ini terjadi di sejumlah kawasan perairan seperti Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Kondisi ini diperkirakan berlangsung dari Kamis (8/10) hingga Minggu (11/10) dengan angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara berkecepatan 3 hingga 18 knot.
- Perahu Nelayan: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
- Kapal Tongkang: Berisiko jika kecepatan angin di atas 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
- Kapal Feri: Berisiko jika kecepatan angin di atas 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Selain gelombang tinggi di selatan, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Efendi, mengingatkan warga di kawasan pesisir utara (Pantura) untuk waspada terhadap banjir rob.
Air laut pasang dengan ketinggian maksimum 1 meter diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, terutama pada pukul 03.00-07.00 WIB. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas transportasi, bongkar muat di pelabuhan, serta sektor perikanan darat dan petani garam. (Ant/I-2)
