
AKTIVITAS sehari-hari yang padat, kurang tidur, dan paparan lingkungan dapat memengaruhi kondisi kulit. Salah satu dampak yang kerap terlihat adalah kulit tampak kusam, lelah, dan kehilangan kesegarannya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan kulit tidak hanya melalui produk perawatan, tetapi juga dengan memperhatikan keseimbangan gaya hidup.
Dalam perawatan kulit, perhatian terhadap kesehatan sel menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung penampilan kulit. Salah satu senyawa yang mendapat perhatian adalah Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD+), yang memiliki peran dalam proses metabolisme energi sel.
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Nisrina Tache, Sp.DVE, menjelaskan bahwa energi sel berkaitan dengan berbagai fungsi normal kulit. Namun, kesehatan kulit dalam jangka panjang tetap membutuhkan dukungan kebiasaan hidup yang seimbang.
“Skin energy menggambarkan energi yang dibutuhkan sel kulit untuk menjalankan berbagai fungsi normalnya. Saat membahas kesehatan kulit jangka panjang, lifestyle seperti tidur dan recovery menjadi fondasi utama, sementara skincare dapat menjadi external support yang melengkapinya. Dalam konteks ini, NAD+ menjadi salah satu ingredient yang relevan untuk pendekatan cellular energy,” jelas Nisrina.
Keseimbangan antara aktivitas dan waktu pemulihan menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan kulit. Ketika aktivitas berlangsung sepanjang hari sementara kesempatan beristirahat terbatas, dapat terjadi kondisi yang disebut recovery gap atau kesenjangan antara aktivitas dan pemulihan.
Bersama faktor lain seperti stres, paparan lingkungan, dan rutinitas perawatan, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan tampilan kulit yang terlihat lebih kusam atau lelah. Penggunaan produk perawatan kulit dapat menjadi dukungan tambahan, tetapi tidak menggantikan kebutuhan tubuh terhadap istirahat yang cukup.
Pendekatan kesehatan kulit jangka panjang atau skin longevity juga menekankan pentingnya kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga pola makan, aktivitas fisik, hingga kualitas istirahat.
Konsep tersebut menjadi salah satu fokus Wardah dalam memperkenalkan NAD+ Glow Energy Booster Serum pada rangkaian Wardah Skin Longevity Clinic 2026 di ASHTA District 8, Jakarta, pada 30 September 2026.
Produk ini dikembangkan dengan pendekatan longevity brightening, yang menggabungkan perhatian terhadap metabolisme energi sel dengan perawatan untuk membantu kulit tampak lebih cerah dan segar.
Dalam formulasinya, Wardah menggunakan kombinasi NAD+, Carnosine, Cysteamine, dan EGCG Glucoside yang disebut CELLULAR-ENERGY™ Actives.
NAD+ menjadi bahan utama yang dikaitkan dengan pendekatan energi sel, sementara Carnosine, Cysteamine, dan EGCG Glucoside digunakan sebagai bahan aktif pendukung dalam formulasi. Kombinasi tersebut dikembangkan untuk membantu mengatasi tampilan kulit kusam, noda hitam (dark spots), serta warna kulit yang terlihat tidak merata.
Pendekatan cellular-level brightening ini diarahkan untuk mendukung tampilan kulit yang lebih cerah, segar, dan sehat dalam jangka panjang.
Wardah menggunakan analogi your skin has a battery untuk menjelaskan pentingnya energi sel dalam menjalankan fungsi normal kulit. Analogi tersebut merupakan pendekatan edukasi untuk membantu konsumen memahami konsep skin energy, bukan berarti penggunaan serum dapat menggantikan kebutuhan tubuh terhadap istirahat dan pemulihan.
Wardah Brand Representative, Hana Namira, mengatakan bahwa perhatian konsumen terhadap hubungan gaya hidup dan kesehatan kulit menjadi salah satu alasan pengembangan pendekatan tersebut.
“Kami melihat semakin banyak konsumen yang memperhatikan apa yang mereka makan, bagaimana mereka bergerak, dan kapan mereka beristirahat. Namun, hubungan kebiasaan sehari-hari dengan kesehatan kulit masih perlu dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami. Lewat Skin Longevity Clinic dan NAD+ Glow Energy Booster Serum, Wardah ingin membuat percakapan tentang skin science lebih dekat dengan rutinitas nyata konsumen,” ujar Hana.
Dari sisi pengujian produk, Wardah melaporkan sejumlah hasil terkait perubahan tampilan kulit setelah penggunaan serum.
Dalam pengujian satu kali pemakaian terhadap 33 panelis, perusahaan mencatat peningkatan indikator instant glowing sebesar 18% dan instant brightening sebesar 10%.
Sementara itu, pengujian penggunaan semalam terhadap 37 panelis menunjukkan peningkatan hidrasi sebesar 30,8% dan penurunan tampilan kemerahan (redness) sebesar 5,5%. Pada pengujian selama 14 hari yang melibatkan 40 panelis, Wardah melaporkan perubahan tampilan noda hitam sebesar 40,7%, peningkatan indikator brightening sebesar 8,9%, serta penurunan tampilan kemerahan sebesar 6,6%.
Hasil pengujian tersebut menjadi bagian dari pengembangan formulasi produk yang ditujukan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan tampilan kulit, terutama kulit kusam, noda hitam, dan warna kulit tidak merata.
Selain pengembangan produk, Wardah memperkenalkan pendekatan EAT, MOVE, dan REST sebagai tiga aspek gaya hidup yang berkaitan dengan kesehatan kulit.
Pendekatan tersebut mencakup perhatian terhadap asupan makanan, aktivitas fisik, serta waktu istirahat dan pemulihan. Ketiganya menjadi bagian dari kebiasaan yang dapat mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Penyanyi Sivia turut membagikan pengalamannya dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas dan perawatan kulit.
“Kalau jadwal lagi padat, aku paling gampang notice saat kulit mulai kelihatan capek dan kusam. Buat aku, menjaga kulit itu bukan cuma soal satu produk, tapi juga bagaimana aku mengatur tidur, aktivitas, dan rutinitas skincare. Aku suka approach yang bikin kita lebih paham kebutuhan kulit sendiri,” ungkap Sivia.
Wardah Skin Longevity Clinic 2026 merupakan kegiatan edukasi dan eksplorasi perawatan kulit yang menghubungkan gaya hidup, pengetahuan mengenai kulit, dan inovasi produk.
Salah satu rangkaiannya berupa diskusi bertajuk Can Your Skin Keep Up With Your Lifestyle? yang membahas pentingnya istirahat, energi sel kulit, serta pemanfaatan bahan aktif NAD+ dalam formulasi perawatan kulit.
Melalui pendekatan tersebut, perawatan kulit tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki tampilan luar, tetapi juga dikaitkan dengan pemahaman mengenai kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan kulit.
Pada akhirnya, menjaga kulit tetap sehat membutuhkan kombinasi antara pola hidup yang seimbang, pemilihan produk sesuai kebutuhan, dan konsistensi perawatan. Dengan demikian, upaya mempertahankan kesehatan kulit dalam jangka panjang tidak hanya bergantung pada penggunaan produk perawatan, tetapi juga pada kebiasaan hidup yang dijalankan setiap hari. (E-4)
