
RATUSAN warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Jambi Marah, melakukan aksi demontrasi, Kamis petang (8/10). Mereka meminta Gubernur Jambi Al Haris mundur karena dinilai gagal menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi selama tiga bulan terakhir.
“Kami menilai Gubernur Jambi gagal menanganinya. Padahal jauh-jauh hari tim satgasnya sudah dibentuk dan disebar bertugas mengawasi ancaman dan menangani karhutla di delapan puluhan posko di berbagai pelosok yang dipetakan rawan terbakar. Faktanya, kebakaran lahan dan hutan tetap terjadi dan terus meluas,” ungkap Deri, salah seorang pendemo di sela aksi Kamis (8/10) petang.
El Nino menurutnya tak bisa menjadi alasan dalam kegagalan penanganan karhutla. Hal yang terjadi menurutnya ialah lemahnya tata kelola mitigasi dan penanganan karhutla yang menjadi tanggung jawab Gubernur Al Haris sebagai Komandan Satuan Tugas Karhutla Jambi.
Dalam aksi yang diwarnai kericuhan masyarakat menyampaikan kegagalan Gubernur Jambi menangani karhutla yang menimbulkan bencana kabut asap. Akibatnya, aktivitas pendidikan, kesehatan warga dan perekonomian warga terganggu.
“Kami ingin menyampaikan aspirasi ke sini untuk meminta pertanggung jawaban Pak Gubernur Jambi terkait bencana karhutla dan kabut asap yang saat ini sudah menyengsarakan masyarakat Jambi,” pekik Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Jambi Marah Ahmad Fikri.
Aksi mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan dan sempat diwarnai kericuhan lantaran tidak kunjung terbuka ruang komunikasi dengan Gubernur Jambi Al Haris dan para pendemo. Para pendemo membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB (H-4)
