
STAF Khusus Menteri Agama (Kemenag) Bidang Pelayanan Agama dan Kerukunan, Gugun Gumilar, memastikan akan mengawal langsung proses hukum terkait peristiwa kericuhan akibat petasan di kegiatan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Hal ini ditegaskan Gugun usai menemui Amanda Andono, salah satu korban dalam insiden yang sempat viral tersebut.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (7/10) tersebut dilakukan Gugun sebagai respons atas berbagai kritik dan masukan masyarakat. Ia berkomitmen agar persoalan ini diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.
“Saya mengawal langsung agar pelaku diproses dan setuju untuk diadili,” ujar Gugun dalam keterangan resminya di Jakarta.
Gugun menjelaskan bahwa korban petasan Pondok Pinang tersebut telah menempuh langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam musyawarah bersama korban, Gugun menegaskan bahwa tindakan yang dialami Amanda dan Sandra di muka umum sudah masuk ke ranah pidana dan memberikan dampak psikologis bagi keluarga korban.
“Korban sudah melapor kepada pihak berwajib di Polres Jaksel dan meminta keadilan untuk Ibu Amanda. Insya Allah kami bantu untuk keluarga korban,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gugun menekankan bahwa kehadiran Kementerian Agama (Kemenag) dalam kasus ini bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan untuk memastikan pelayanan yang adil bagi masyarakat serta menjaga kerukunan antarumat beragama tetap kondusif.
“Kemenag hadir mengawal kerukunan umat dan melayani umat secara adil,” tegasnya.
Peristiwa ini bermula dari pelaksanaan acara Maulid Nabi di kawasan Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, yang menuai protes warga. Berdasarkan informasi yang beredar, petasan dinyalakan berulang kali hingga sekitar pukul 01.00 WIB, sehingga mengganggu waktu istirahat warga sekitar.
Suara ledakan tersebut dilaporkan membuat anak-anak terbangun dan menangis. Salah satu warga bahkan menyatakan keberatan yang mendalam karena kebisingan tersebut berdampak buruk pada anaknya yang berkebutuhan khusus. Ketegangan memuncak saat warga melakukan protes langsung kepada pihak penyelenggara acara.
Gugun mengajak semua pihak untuk tetap tenang, menjaga kerukunan, dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian. Ia juga membuka diri terhadap kritik masyarakat agar pelayanan Kemenag ke depan dapat semakin baik. (Ant/H-3)
