Sekolah di NTT Rusak Pasca Gempa, Murid Harus Berjalan 10 Km untuk Belajar
Gempa NTT rusak sekolah, Happy Hearts Foundation bangun ulang 200 sekolah(MI/Naura Putri Aflia)

Gempa bumi di Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap kandasnya kegiatan pendidikan di berbagai daerah Indonesia, terutama pada Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekitar 1 bulan silam, gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT dan merusak banyak bangunan sekolah sehingga kegiatan pendidikan banyak yang terhentikan.

Di tengah kondisi tersebut, Happy Hearts Foundation menyalurkan bantuan dalam bentuk pembangunan ulang sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat. Bantuan tersebut masih aktif diberikan hingga sekarang, melihat masih banyaknya jumlah sekolah rusak yang tak kunjung mendapat bantuan.

CEO Happy Hearts Foundation, Sylvia Beiwinkler menjelaskan bahwa kondisi gedung sekolah di NTT pasca gempa yang hingga kini masih rusak dapat digambarkan seperti kandang hewan tak layak.

“Biasanya masyarakatnya sendiri membangun sekolah dengan apapun yang mereka punya, seperti bambu atau kayu bekas. Jadi kalau kita lihat, itu tidak bisa dipanggil sekolah. Tidak ada air bersih, lantai, plafon, maupun listrik,” ujar Sylvia di podcast Jelita pada hari Rabu (7/10). 

Hingga saat ini, masih banyak sekali sekolah di NTT dengan kondisi memprihatinkan sehingga para murid harus berjalan sekitar 10 km hanya untuk menghadiri sekolah yang layak. Sylvia menegaskan betapa pentingnya setiap desa memiliki gedung sekolahnya sendiri agar setiap anak memiliki akses pada fasilitas pendidikan.

“Setiap kali Happy Hearts Foundation berkunjung ke suatu desa, pasti ada saja sekolah yang baru dibangun tapi belum terhitung fisik lengkap gedung sekolah, cuman ruangan aja. Kadang-kadang mereka harus bersekolah di teras rumah warga,” ungkap Sylvia. Ia menceritakan bahwa kasus tersebut masih terjadi hingga kini.

Dalam pembangunan ulang sekolah, Happy Hearts Foundation turut berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutamanya masyarakat sekitar. Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, mereka rela untuk merawat sekolah yang dibangun ulang sepenuhnya.

Tak langsung dilepas, Happy Hearts Foundation juga mengajarkan masyarakat terutamanya guru dalam hal pengelolaan uang agar mereka mengerti cara menggunakan dana untuk merawat sekolah dengan benar.

“Kita mau sekolah ini terus terawat setelah kita pergi, jadi kita memberikan edukasi finansial. Jadi dengan itu mereka juga belajar berbisnis, antara membuka kantin atau berkebun di lingkungan sekolah untuk dijual,” ucap Sylvia.

Kini, Happy Hearts Foundation sudah membangun ulang lebih dari 400 sekolah di Indonesia, termasuk 200 sekolah di NTT. Sylvia mengkonfirmasi bahwa jumlah tersebut akan kian bertambah.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *