
PASCAPOLEMIK penunjukkan rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) yang berujung pencopotan Rektor UINSA Akh. Muzakki, kini tercatat 15 guru besar mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor UINSA.
“Yang mendaftar 15 orang, bisa juga bertambah masih ditunggu pendaftar lain,” kata Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor UINSA Surabaya, Achmad Zaini di Surabaya, Selasa (6/10).
Menurut Zaini, seluruh berkas pendaftar masuk tahap verifikasi administrasi. Nama-nama yang memenuhi persyaratan selanjutnya akan diumumkan dan diserahkan kepada Plt Rektor UINSA untuk diteruskan ke senat universitas.
Dari 15 pendaftar tersebut, empat di antaranya merupakan nama baru yang ikut dalam penjaringan calon rektor kali ini. Mereka yakni Wahidah Zein Br Siregar, Abdul Kadir Riyadi, Mohammad Thohir, dan Titik Triwulan.
Sementara itu, 11 nama lainnya merupakan pendaftar yang sebelumnya juga mengikuti penjaringan calon rektor UINSA. Mereka adalah Masdar Hilmy, Abdul Chalik, Khoirun Niam, Evi Fatimatur Rusydiyah, Zumrotul Mukaffa, Siti Warjiyati, Rubaidi, Husniyatus Salamah Zainiyati, Mohammad Kurjum, Achmad Muhibin Zuhri, dan Nur Kholis.
Setelah proses verifikasi administrasi selesai dan dinyatakan memenuhi syarat, tahapan berikutnya, senat universitas akan menggelar rapat tertutup pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, senat akan memberikan pertimbangan kualitatif terhadap masing-masing bakal calon rektor.
Hasil pertimbangan senat kemudian diserahkan kepada rektorat pada Kamis (8/10/2026) untuk diteruskan ke Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Khairunnas Inspektur Jenderal Kemenag RI sebelumnya mengingatkan, percepatan tahapan pemilihan rektor tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku. “Kita harus memastikan prosedur berjalan legal dan transparan agar tidak memicu celah hukum atau gugatan,” ujarnya.
Seperti diketahui, seluruh tahapan pemilihan dipadatkan karena rektor baru UINSA periode 2026 – 2030 ditargetkan dilantik pada pekan kedua Oktober 2026 mendatang.(E-2)
