Keraton Surakarta Revitalisasi Kawasan Keraton Kulon dan Keputren Jadi Destinasi Wisata
Koordinator Tim Hukum Lembaga Dewan Adat Keraton, KPH Eddy Wirabhumi.  (MI/Widjajadi)

KERATON Surakarta Hadiningrat mengambil langkah besar dalam merawat warisan sejarah sekaligus memperkuat daya tarik pariwisatanya. Area Keraton Kulon dan Keputren mulai dipersiapkan untuk dipoles total melalui penataan dan revitalisasi bertahap yang melibatkan sinergi antara pihak keraton dan pemerintah.

Penataan ini tidak sekadar menyediakan tempat tinggal bagi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, tetapi ditekankan untuk membuka ruang wisata budaya baru yang sarat nilai edukasi bagi masyarakat luas.

Rencana penguatan fungsi wisata budaya di kawasan Keraton Kulon tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Hukum Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, di Bangsal Smorokoto, Selasa (6/10/2026). Ia memaparkan bahwa potensi sejarah kawasan Keputren sangat besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata warisan budaya (heritage) yang edukatif.

“Saya rasa bisa dikombinasikan. Karena itu cukup besar, dan memang spiritnya bisa menjadi wisata budaya, tempat orang juga belajar kebudayaan,” beber Wirabhumi.

Konsep Pembagian Ruang dan Wisata Minat Khusus

Untuk merealisasikan potensi wisata tersebut, pihak keraton telah menyiapkan konsep pembagian ruang (zoning) yang matang. Area hunian pribadi PB XIV akan dipisahkan secara tertata dari zona destinasi yang nantinya dibuka untuk publik.

Menariknya, pengalaman berkunjung ke kawasan ini dirancang khusus melalui pendekatan wisata minat khusus. Para wisatawan diwajibkan mematuhi norma serta tata krama dan etika yang berlaku di Karaton Surakarta. Pengunjung juga akan didampingi pemandu wisata yang bertugas menjelaskan nilai sejarah, filosofi bangunan, serta tradisi leluhur.

Keberadaan keraton sebagai cagar budaya diharapkan dapat menjadi media pembelajaran terbuka bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sejarah, tradisi, dan artefak peninggalan bangsa.

Percepatan Pengerjaan Fisik dan Dukungan Pemerintah

Saat ini, pekerjaan fisik dan pembenahan terus digenjot secepat mungkin. Pekerjaan tersebut meliputi pembersihan kawasan, penataan kembali beberapa sudut bangunan, hingga pengamanan sementara koleksi museum.

Dukungan penuh dari pemerintah, termasuk peninjauan langsung yang sebelumnya dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menjadi angin segar bagi upaya pelestarian cagar budaya di Solo.

Melalui perpaduan antara pembenahan fisik, digitalisasi sejarah, dan konsep wisata budaya, revitalisasi Keraton Kulon dan Keputren diyakini mampu menghidupkan kembali roh kebudayaan Jawa sekaligus menjadi destinasi heritage unggulan yang mendidik. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *