
KEBAKARAN di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, hingga Senin (5/10/2026) belum sepenuhnya padam. Kondisi ini mulai berdampak serius pada kesehatan masyarakat sekitar akibat kepulan asap yang menyelimuti sejumlah kawasan.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, puluhan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan berbagai instansi di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih bersiaga. Sejumlah armada mobil damkar terus dikerahkan untuk memadamkan titik-titik api yang masih tersisa di lahan seluas 10 hektare tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, mengonfirmasi bahwa puluhan warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. “Sudah dilaporkan ada 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat asap kebakaran di TPA Jatibarang,” ujar Endro.
Data BPBD merinci sebaran warga terdampak meliputi 15 orang di Kelurahan Kedungpane, dua orang di Kelurahan Tambakaji, dan lima orang di Kelurahan Bambankerep. Endro memperingatkan bahwa jumlah warga terdampak berpotensi bertambah mengingat api belum sepenuhnya padam.
Progres Pemadaman dan Kendala Lapangan
Kebakaran yang bermula sejak Rabu (30/9) itu menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Saat ini, upaya pemadaman mencapai progres signifikan, tetapi masih menyisakan sekitar 20 persen area yang terbakar, terutama di Zona 1 dan Zona 2.
Endro menjelaskan bahwa munculnya titik api baru dipicu oleh tumpukan sampah kering yang melimpah serta kandungan gas metana di bawah permukaan. Untuk mengatasi hal ini, setidaknya delapan armada tangki terus dikerahkan guna menyuplai air ke lokasi pemadaman.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminudin, menambahkan bahwa Pemkot Semarang akan menerapkan metode khusus untuk memadamkan api di lapisan bawah sampah. “Kami akan melakukan sistem injeksi, yakni menyuntikkan air dengan kedalaman 5 hingga 10 meter agar memadamkan api di bagian dalam tumpukan sampah,” jelas Iswar.
Upaya Spiritual Warga: Sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kekeringan dan kebakaran yang tak kunjung usai, warga Semarang Barat menggelar sholat istisqa di lapangan Manyaran untuk memohon turunnya hujan.
Rencana Mitigasi Jangka Panjang
Mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, menyatakan pihaknya tengah mengkaji pengadaan sistem hidran di kawasan TPA Jatibarang. Langkah ini dinilai krusial sebagai solusi menghadapi ancaman kebakaran di musim kemarau.
“Pada tahun 2023 lalu, kami sebenarnya sudah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk hidran tersebut. Saat ini kami kaji kembali kebutuhannya,” pungkas Glory. (I-2)
