Kekeringan Melanda Wilayah Pulau Kelapa
Bantuan air bersih ke warga Pulau Kelapa.(Dok. PHE OSES)

KEKERINGAN membuat sejumlah sumur warga di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, mengering dalam sekitar satu setengah bulan terakhir. Kondisi tersebut membatasi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari bagi warga, terutama saat musim kemarau masih berlangsung.

Head of Communication, Relations & CID PHE OSES Danya Dewanti, mengatakan, bantuan air bersih disalurkan sebagai respons terhadap kondisi yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk respons kami terhadap kondisi kekeringan yang dialami warga Pulau Kelapa. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi 112 keluarga penerima manfaat serta membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat PHE OSES terus hadir bersama masyarakat, khususnya ketika terdapat kondisi yang berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar warga,” ujar Danya, Minggu (4/10).

Sebanyak 13.000 liter air bersih disalurkan kepada 112 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Air tersebut dikirim melalui jalur laut dari Pabelokan Power & Gas Plant Island (PGPI), salah satu pulau penunjang kegiatan operasional PHE OSES.

Bantuan disalurkan setelah sejumlah sumur warga mengalami kekeringan dalam sekitar satu setengah bulan terakhir. Warga kemudian mengambil air secara bergantian di lokasi yang telah ditentukan.

Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Kepulauan Seribu. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kepulauan Seribu memasuki musim kemarau sejak April 2026 dengan puncak pada Agustus. Pada Dasarian III September 2026, Kabupaten Kepulauan Seribu juga tercantum dalam wilayah berstatus Awas dalam Peta Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Pulau Kelapa, Sabeni, mengatakan, keterbatasan air bersih membuat bantuan tersebut dibutuhkan warga.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama di tengah kondisi sumur yang mulai mengering dan terbatasnya ketersediaan air bersih. Kami berharap dukungan dan sinergi seperti ini dapat terus terjalin untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Sabeni.

Penyaluran air dilakukan melalui jalur laut dan selanjutnya didistribusikan kepada warga penerima manfaat di Pulau Kelapa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *