Hadiri Pertemuan OKI, BPS Perkuat Kerja Sama Internasional
Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi (kiri).(Dokpri)

DELEGASI Badan Pusat Statistik (BPS) RI yang dipimpin oleh Wakil Kepala, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, berpartisipasi aktif dalam Sidang ke-15 Organisation of Islamic Cooperation Statistical Commission (OIC-StatCom). Sidang yang berlangsung pada 29-30 September 2026 di Jeddah, Arab Saudi, ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam ekosistem data global.

Dalam forum yang dihadiri pimpinan 57 National Statistical Office (NSO) negara-negara anggota OKI tersebut, Sonny memaparkan pandangan strategis BPS mengenai pengembangan statistik masa depan serta berbagi pengalaman transformasi statistik nasional. Pertemuan ini berfungsi sebagai ruang pertukaran praktik terbaik antar-NSO untuk mendukung pengembangan statistik resmi dan ekosistem data internasional secara efektif.

Transformasi Statistik Nasional dan Persiapan Sensus 2030

Pada sesi pembahasan statistik penduduk dan perumahan, Sonny menekankan bahwa sistem statistik Indonesia tengah bertransformasi menuju pemanfaatan data terintegrasi. Penggunaan teknologi dan data administrasi menjadi pilar utama, dengan tetap mempertahankan survei lapangan untuk menjamin akurasi data.

“Transformasi ini juga merupakan bagian dari persiapan Sensus Penduduk 2030. BPS berencana mengoptimalkan registrasi penduduk dan data administrasi guna menciptakan sistem statistik kependudukan yang berkelanjutan dan dapat diperbarui secara cepat,” tutur Sonny.

Selain itu, BPS memaparkan kesiapan Indonesia dalam mengimplementasikan System of National Accounts (SNA) 2025. Pembaruan ini bertujuan merekam dinamika ekonomi, termasuk aktivitas informal, secara lebih komprehensif. Berdasarkan Experimental Time Use Study 2023, BPS mencatat nilai tambah jasa rumah tangga yang tidak dibayar setara dengan 13,63 persen PDB Indonesia tahun 2023.

Terkait capaian SDGs Tujuan 6, BPS berbagi pengalaman dalam memanfaatkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk memantau akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi sebagai layanan dasar.

Perluasan Kerja Sama Bilateral dan Multilateral

Di sela persidangan, BPS melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan sejumlah lembaga internasional dan kantor statistik negara sahabat, antara lain:

  • GASTAT Arab Saudi: Fokus pada pengembangan statistik haji dan umrah, statistik halal, PDB syariah, serta sinkronisasi data ekspor-impor.
  • TURKSTAT Turki: Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait metodologi sensus modern dan transformasi digital.
  • CAPMAS Mesir: Kesepakatan rencana MoU modernisasi statistik yang akan difinalisasi saat kunjungan Presiden Mesir ke Indonesia.
  • Islamic Development Bank (IsDB): Kerja sama pengembangan statistik kemiskinan multidimensi, di mana Indonesia akan menjadi percontohan bagi negara Islam lainnya seperti Yordania dan Malaysia.

Dalam pertemuan khusus dengan SESRIC, Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyatakan kesediaan BPS untuk menjadi tuan rumah konferensi ke-16 OIC-StatCom pada tahun 2027. Usulan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh delegasi, menegaskan peran strategis Indonesia di kancah internasional.

Partisipasi aktif ini mempertegas komitmen BPS dalam membangun ekosistem data yang akurat dan terstandar internasional guna mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih efektif. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *