8 Kelompok Pria yang Perlu Waspada terhadap Kanker Prostat, Risiko Meningkat setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi(Magnific.com)

KANKER prostat merupakan salah satu jenis kanker yang perlu diwaspadai pria, terutama seiring bertambahnya usia. Meski penyakit ini dapat terjadi pada usia yang lebih muda, risiko kanker prostat meningkat setelah memasuki usia 50 tahun.

National Cancer Institute (NCI) menyebutkan bahwa kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia di bawah 50 tahun dan risikonya meningkat seiring pertambahan usia. Selain usia, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kanker prostat. 

Berikut delapan kelompok pria yang perlu lebih memperhatikan risiko kanker prostat:

  1. Pria berusia 50 tahun ke atas


    Usia menjadi salah satu faktor risiko utama kanker prostat. NCI menyebutkan bahwa kemungkinan terkena penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia. American Cancer Society (ACS) juga mencatat bahwa sekitar enam dari 10 kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun. 

  2. Pria dengan ayah atau saudara laki-laki yang pernah terkena kanker prostat


    Riwayat kanker prostat dalam keluarga dapat meningkatkan risiko. Pria yang memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan kanker prostat memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga tersebut. Risiko dapat semakin tinggi jika terdapat beberapa anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit tersebut. 

  3. Pria dengan beberapa anggota keluarga yang terkena kanker


    Risiko juga perlu diperhatikan ketika kanker prostat muncul pada beberapa kerabat dekat. NCI menyebutkan bahwa risiko dapat meningkat ketika terdapat lebih dari satu kerabat tingkat pertama yang pernah mengalami kanker prostat, terutama jika mereka didiagnosis pada usia relatif muda. 

  4. Pria dengan perubahan gen BRCA1 atau BRCA2


    Perubahan gen tertentu yang diwariskan dari orang tua dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Salah satunya adalah mutasi pada BRCA1 dan BRCA2, terutama BRCA2. Perubahan gen tersebut juga berkaitan dengan beberapa jenis kanker lainnya. 

  5. Pria dengan Lynch syndrome


    Lynch syndrome merupakan kondisi genetik yang dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Menurut NCI, kondisi ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker prostat. Pria yang memiliki riwayat keluarga yang mengarah pada sindrom kanker herediter perlu mendiskusikannya dengan tenaga medis. 

  6. Pria keturunan Afrika


    Faktor ras dan leluhur juga berkaitan dengan risiko kanker prostat. NCI menyebutkan bahwa kanker prostat lebih sering ditemukan pada pria kulit hitam atau pria dengan leluhur Afrika Barat dibandingkan beberapa kelompok lainnya. Mereka juga cenderung memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi. 

  7. Pria yang memiliki faktor genetik tertentu lainnya


    Selain BRCA1 dan BRCA2, sejumlah perubahan gen lain seperti CHEK2, ATM, PALB2, gen terkait perbaikan DNA, dan HOXB13 juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat. Namun, keberadaan faktor genetik tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker. 

  8. Pria dengan riwayat keluarga kanker tertentu


    Riwayat kanker tertentu dalam keluarga juga dapat menjadi petunjuk adanya sindrom kanker yang diwariskan. Misalnya, riwayat kanker payudara, ovarium, pankreas, kolorektal, atau kanker prostat dalam keluarga dapat menjadi pertimbangan dalam menilai risiko seseorang. 

Pentingnya Membicarakan Skrining

Memiliki salah satu faktor risiko tersebut bukan berarti seseorang pasti menderita kanker prostat. Namun, informasi mengenai usia, riwayat keluarga, dan faktor genetik dapat membantu dokter menentukan apakah pemeriksaan lebih dini perlu dipertimbangkan.

Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan dalam deteksi kanker prostat adalah tes prostate-specific antigen (PSA). Namun, pemeriksaan PSA memiliki manfaat sekaligus potensi risiko sehingga keputusan untuk menjalani skrining sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter. ACS merekomendasikan pembahasan skrining mulai usia 50 tahun bagi pria dengan risiko rata-rata, 45 tahun bagi kelompok berisiko tinggi, dan 40 tahun bagi pria dengan risiko yang lebih tinggi lagi, seperti mereka yang memiliki lebih dari satu kerabat tingkat pertama yang didiagnosis kanker prostat pada usia muda. 

Dengan mengetahui faktor risiko sejak dini, pria dapat lebih memahami kondisi kesehatannya dan mendiskusikan langkah pencegahan maupun deteksi dini yang sesuai dengan dokter.

Sumber: National Cancer Institute (NCI). (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *