Musim Kemarau Panjang, Bulog Optimis Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun
Ilustrasi(MI/Ardi Teristi)

PERUM Bulog optimistis terhadap ketersediaan dan pasokan beras nasional dalam menghadapi lonjakan kebutuhan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini didukung oleh capaian serapan gabah serta jumlah cadangan beras yang dinilai memadai.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Andi Afdal Abdullah menyatakan, kebutuhan beras masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta ton per bulan atau mendekati 30 juta ton per tahun. Sementara itu, total kapasitas produksi beras nasional berada di kisaran 34 juta ton. Dengan cadangan beras yang saat ini tersimpan di Bulog, pemerintah meyakini lonjakan konsumsi pada akhir tahun dapat terantisipasi secara optimal.   

“Katakanlah Nataru itu bisa kita antisipasi dengan baik. Harapan kita, apalagi dengan cadangan yang tersedia sekarang di Bulog, pemerintah sangat optimis kita bisa menyelesaikan kebutuhan kita akhir tahun,” ujar dia di sela-sela penyerahan bantuan program “Bulog Peduli RPK Mandiri” yang bertempat di Kota Yogyakarta, Kamis (1/10). 

Selain pasokan yang terjaga, kinerja serapan gabah oleh Bulog juga menunjukkan hasil positif. Hingga akhir September, realisasi penyerapan telah melewati target awal sebesar 4 juta ton, dan diproyeksikan bakal meningkat hingga akhir tahun.

“Serapan gabah kita per 23 September kemarin itu sudah melebihi dari target 4 juta ton. Bahkan mungkin sampai akhir tahun kita optimistis sampai sekitar 20% di atas target,” jelasnya.   

Menanggapi potensi fluktuasi harga gabah di lapangan, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kestabilan floor price dan ceiling price agar tidak merugikan petani maupun konsumen. 

“Yang penting yang kita jaga di Bulog itu adalah floor price. Jangan sampai misalnya permainan di middleman sampai menurunkan floor price itu sehingga menyulitkan di tingkat petani. Sementara di tingkat konsumen kita jaga juga supaya inflasi tidak terpengaruh,” terang dia. 

Dalam kesempatan itu, Perum Bulog menunjukkan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta mendukung pembangunan ekonomi inklusif. Program “Bulog Peduli RPK Mandiri” merupakan salah satu Bulog yang berfokus pada pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang selaras dengan core business Bulog di sektor hilir. 

“Program ini ditujukan khusus untuk memperdayakan 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui pemberian bantuan modal usaha pendirian outlet Rumah Pangan Kita (RPK) baru,” terang Andi Afdal Abdullah.

Masing-masing penerima manfaat mendapatkan paket bantuan modal senilai Rp5.000.000. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk stok komoditas produk pangan Bulog, rak pajang, spanduk RPK, serta kelengkapan identitas visual Bulog untuk menunjang operasional toko.

Ia menyampaikan, pelaksanaan program ini merupakan wujud pengaplikasian pilar Pembangunan Ekonomi, khususnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Bulog optimistis langkah ini dapat memicu semangat baru bagi para penerima manfaat dalam membangun kemandirian finansial keluarga.

“Kami menyadari bantuan ini mungkin nilainya tidak seberapa, namun kami berharap ini menjadi langkah awal dan tambahan semangat untuk memulai atau mengembangkan usaha. Kami berpesan agar bantuan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan usaha,” pungkas dia. (AT/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *