
Dua anak perempuan yang merupakan kakak dan adik diduga menjadi korban penculikan dan perampasan barang berharga di kawasan Menceng, Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu (30/9) sore. Insiden ini menimpa bocah berinisial ZI (10) dan CI (8) saat mereka hendak berangkat menuju tempat les.
Paman kedua korban, Melki, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Lokasi kejadian diperkirakan hanya berjarak 100 hingga 200 meter dari kediaman mereka di wilayah Pelopor, Menceng.
“Kejadiannya pas mereka mau berangkat les. Biasanya kan naik sepeda berdua. Enggak tahunya, sepedanya itu ditaruh di depan rumah. Anaknya sudah enggak ada saat dicek. Sepertinya diambil sama orang itu (pelaku) di depan rumah,” ujar Melki saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Keluarga sempat melakukan pencarian ke tempat les hingga ke rumah kerabat yang biasa menjadi tempat belajar, namun kedua anak tersebut tidak ditemukan. Pihak keluarga kemudian menyebarkan informasi kehilangan melalui grup WhatsApp RT untuk mempercepat pencarian.
Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB. Warga memperoleh informasi bahwa kedua bocah tersebut ditemukan di kawasan Jalan Gombol Paya, arah menuju Bandara Soekarno-Hatta. Melki menyebutkan bahwa kedua korban ditemukan di lokasi yang berbeda.
“Jadi RT saling berkoordinasi mencari. Ketemunya itu dari informasi di grup RT dan di Instagram,” katanya. Diduga, pelaku menurunkan sang kakak di satu titik, sementara adiknya ditinggalkan di lokasi lain yang masih berada di kawasan yang sama.
Dugaan Perampasan Perhiasan
Meski kedua anak telah ditemukan, keluarga mendapati adanya tindak kejahatan perampasan. Kalung emas seberat lima gram yang dikenakan kedua korban dilaporkan hilang, diduga diambil oleh pelaku yang merupakan seorang wanita.
“Kalungnya itu dijambret dulu, dilepas dulu sama ibu-ibu itu. Beratnya sekitar lima gram,” ungkap Melki.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku mengaku mengenal orang tua mereka untuk memancing kepercayaan anak-anak tersebut. “Pelakunya itu ngakunya kenal sama kakak saya, makanya si anak itu mau aja diajak,” tuturnya.
Saat ini, kedua korban dilaporkan masih mengalami trauma akibat insiden tersebut. Pihak keluarga menyatakan berencana untuk segera melaporkan peristiwa ini secara resmi ke pihak kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut. (Ant/E-3)
