3 Agenda Fiskal Utama Wamenkeu Baru Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

WAKIL Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang baru dilantik, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, langsung dihadapkan pada tiga fokus utama pengelolaan fiskal negara. Keduanya resmi mengemban jabatan tersebut usai pengukuhan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10).

Luky Alfirman menjelaskan bahwa dirinya bersama Nurkholisoh telah memetakan prioritas kerja guna memperkuat kinerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Langkah strategis ini dikoordinasikan langsung bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk memastikan kesinambungan kebijakan fiskal nasional.

Tiga Fokus Strategis Kemenkeu 2026

Berdasarkan pemetaan prioritas kerja, berikut adalah tiga agenda utama yang menjadi fokus kerja kedua Wamenkeu baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo:

  1. Penyelesaian APBN 2026: Prioritas pertama adalah mengawal penutupan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Mengingat saat ini pengelolaan anggaran telah memasuki kuartal IV, berbagai tantangan fiskal harus diselesaikan secara optimal agar target akhir tahun tercapai tepat waktu dan sasaran.
  2. Persiapan APBN 2027: Secara beriringan, Kemenkeu juga mematangkan persiapan implementasi APBN 2027. Meskipun undang-undang anggaran tersebut telah disahkan oleh DPR RI, otoritas fiskal masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah teknis agar eksekusinya berjalan lancar mulai awal tahun depan.
  3. Konsolidasi dan Reformasi Internal: Agenda terakhir berfokus pada penguatan kelembagaan melalui reformasi internal. Luky menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh transformasi struktural yang sedang berjalan di tubuh Kemenkeu guna meningkatkan efisiensi birokrasi.

Pengalaman Bank Indonesia Dukung Kinerja Kemenkeu

Di sisi lain, Wamenkeu Nurkholisoh Ibnu Aman membawa bekal pengalaman panjang selama dua dekade berkarier di Bank Indonesia (BI). Ia optimis latar belakang dari bank sentral tersebut dapat diintegrasikan untuk mendukung efektivitas tugas pokok Kemenkeu, terutama dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Meski budaya kerja di Kemenkeu memiliki karakteristik berbeda dari BI, Nurkholisoh mengaku sudah cukup beradaptasi karena intensitas koordinasi yang tinggi selama masa baktinya di bank sentral sebelumnya.

“Saya akan banyak belajar tentang subjek yang menjadi tugas pokok Kemenkeu, juga tentang organisasi Kemenkeu sendiri. Karena saya percaya efektivitas organisasi,” ungkap Nurkholisoh saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Penunjukan resmi Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memperkuat stabilitas fiskal nasional di sisa tahun anggaran berjalan maupun dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa mendatang. (Ant/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *