
NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tren positif pada pembukaan hari ini (30/9). Berdasarkan data pasar, rupiah bergerak menguat sebesar 56 poin atau 0,31 persen ke level Rp17.925 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.981 per dolar AS.
Faktor Penurunan Harga Minyak Dunia
Analis Doo Financial, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah kali ini sangat dipengaruhi oleh penurunan harga minyak dunia yang cukup signifikan. Sentimen positif muncul setelah adanya laporan bahwa Arab Saudi telah melanjutkan kembali setengah dari ekspor minyak mentah melalui jalur pipa Timur-Barat.
Langkah Arab Saudi tersebut dilakukan setelah perbaikan kerusakan akibat serangan pesawat nirawak berhasil diselesaikan. Selain itu, peningkatan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz turut meredakan kekhawatiran pasar mengenai stabilitas pasokan minyak dalam waktu dekat.
Kondisi ini berdampak langsung pada harga komoditas energi global:
- Minyak mentah Brent: Turun 2,8 persen atau sebesar 2,94 dolar AS menjadi 102,35 dolar AS per barel.
- Minyak mentah WTI: Turun 3,5 dolar AS atau 3,8 persen menjadi 89 dolar AS per barel.
Intervensi Bank Indonesia
Di tengah posisi rupiah yang sempat mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS, Bank Indonesia (BI) dilaporkan tetap waspada. Lukman menyebutkan bahwa bank sentral tengah melakukan langkah-langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Intervensi tersebut dilakukan di berbagai lini, mencakup pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), hingga Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Senada dengan analisis tersebut, Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa tekanan terhadap rupiah mulai mereda seiring dengan melandainya harga minyak global. Penurunan beban impor energi memberikan ruang bagi mata uang domestik untuk bernapas.
Untuk perdagangan hari ini, Josua memproyeksikan rupiah akan bergerak stabil dengan kecenderungan menguat terbatas. “Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.925 hingga Rp18.025 per dolar AS,” pungkasnya. (Ant/H-4)
