
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini (30/9) yakni hujan ringan berpeluang turun di 16 daerah. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap suhu udara panas yang mencapai 36 derajat Celcius serta potensi gelombang tinggi di perairan utara dan selatan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan bahwa pada pagi hingga siang hari, cuaca di Jawa Tengah umumnya cerah dan cerah berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan diprediksi mulai mengguyur, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi bagian tengah, Solo Raya, dan sebagian Pantura.
“Meskipun hujan ringan berpeluang turun di sebagian daerah, tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan karena musim kemarau masih berlangsung,” ujar Ferry Oktarisa dalam keterangan resminya, Rabu (30/9).
Daftar Daerah Berpotensi Hujan Ringan
Berdasarkan data BMKG, berikut adalah 16 wilayah yang diprediksi mengalami hujan ringan pada sore hingga awal malam:
| Wilayah Pegunungan/Tengah | Wilayah Pantura & Lainnya |
|---|---|
| Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara | Batang, Kajen, Pemalang |
| Wonosobo, Temanggung, Mungkid | Slawi, Brebes, Ambarawa |
| Karanganyar, Magelang, Bumiyayu | Majenang |
Suhu Panas dan Kelembapan Udara
Di luar wilayah tersebut, cuaca diprediksi tetap cerah berawan sepanjang hari. BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 16 hingga 36 derajat Celcius dengan kelembapan udara 40-95 persen. Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 km/jam.
Beberapa daerah yang perlu mewaspadai suhu udara panas (27-36 derajat Celcius) meliputi Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Surakarta, dan Semarang.
Peringatan Gelombang Tinggi
Kondisi di perairan Jawa Tengah juga memerlukan perhatian khusus. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter.
“Gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan tongkang, saat kecepatan angin berada di atas 15 knot,” kata Shafira.
Potensi gelombang tinggi ini meliputi wilayah perairan utara (Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, hingga Pati-Rembang) serta perairan selatan mulai dari Cilacap hingga Purworejo. Sementara itu, fenomena rob di pesisir utara dilaporkan mulai mereda dengan ketinggian maksimum 0,7 meter, meski genangan di beberapa titik belum sepenuhnya surut. (H-4)
