
PAKAR dermatologi dr. Ida Ayu Uttari Priyadarshini, Sp.DVE, menyampaikan bahwa tren menggunakan produk perawatan kecantikan di era modern wajib diimbangi dengan aktivitas kebugaran atau wellness.
“Dari sisi dermatologi di era sekarang medis tidak hanya bisa berdiri sendiri, tapi harus dibarengi juga dengan wellness, seperti saat ini ada ruang untuk mengembangkan dunia kecantikan dan kebugaran di satu tempat sehingga masyarakat lebih paham keduanya penting,” kata dokter yang akrab disapa Tary tersebut di Denpasar, dikutip Rabu (30/9).
Hal itu disampaikannya di sela Road to Beautiverse 2026, sebuah pameran produk kecantikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur. Rangkaian acara ini diisi dengan berbagai aktivitas kebugaran seperti yoga dan meditasi yang dapat diikuti masyarakat.
Lebih lanjut, Tary menjelaskan bahwa kombinasi antara perawatan luar serta kesehatan fisik dan mental sangat esensial agar pemahaman masyarakat terhadap konsep kecantikan menjadi jauh lebih utuh.
“Jadi cantik itu memang tidak bisa berdiri sendiri, memang produk atau faktor eksternal itu penting seperti produk kecantikan dan perawatan, tapi internal juga penting yaitu bagaimana kita mengolah stres dan mengolah rasa di dalam,” ujarnya.
Untuk faktor internal, ia melihat berbagai aktivitas kebugaran seperti pilates, yoga, dan olahraga relaksasi lainnya kini telah menjadi tren di Bali.
Sementara untuk faktor eksternal, ia menyarankan masyarakat aktif mencari informasi keamanan produk kecantikan. Hal ini mencakup aspek keamanan berbasis ilmiah serta kepastian bahwa produk telah terdaftar resmi di BPOM.
Melihat kondisi cuaca dan mobilitas di Pulau Dewata, Tary menekankan bahwa rutinitas harian yang utama untuk produk kecantikan cukup dengan penggunaan pelembap dan tabir surya. Ia menyarankan publik memprioritaskan kebutuhan primer tubuh sebelum beralih ke perawatan sekunder di klinik kecantikan.
“Disarankan untuk prioritaskan yang primer dulu yaitu dari segi nutrisi, pemulihan dengan tidur yang cukup, dan juga termasuk olahraga, baru lah sekundernya seperti produk kecantikan,” tuturnya.
Rangkaian edukasi kesehatan kulit dan aktivitas kebugaran ini dihadirkan dalam Road to Beautiverse 2026 menjelang pameran utama di The Meru KEK Kesehatan Sanur pada Desember mendatang.
Founder & Project Director Beautiverse, Paulus Herry Arianto, menambahkan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan sesi meditasi sound bath healing serta latihan yoga bersama praktisi internasional Julia Barton.
“Beautiverse kan terdiri dari tiga pilar yaitu beauty, wellness, dan sustainability, dan ini adalah kegiatan yang banyak menyoroti sisi wellness,” ucap Paulus.
Melihat pentingnya pemahaman mengenai kecantikan dan kebugaran serta dorongan banyaknya komunitas yang membutuhkan wadah untuk terkoneksi, Paulus turut meluncurkan aplikasi Beautiverse.
“Melalui aplikasi ini kami ingin koneksi yang sudah terbentuk bisa terus berjalan bukan hanya saat ada pameran, jadi akan mempertemukan jenama, profesional, kreator, dan konsumen,” kata dia.
“Sementara untuk pamerannya tetap puncaknya berlangsung 18-20 Desember dengan menargetkan kehadiran 10.000 pengunjung serta melibatkan sekitar 150 jenama lokal maupun nasional di KEK Kesehatan Sanur,” sambung Paulus. (Ant/Z-1)
