
MEMASUKI usia 30-an, sebagian besar orang mulai merasakan perubahan yang cukup signifikan pada kondisi kulit mereka. Faktor utama dari perubahan ini adalah penurunan serta pergeseran produksi kolagen alami di dalam tubuh, yang turut memengaruhi tingkat kekencangan, elastisitas, dan tekstur kulit secara keseluruhan.
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Armansjah Dara Sjahruddin, Sp.DVE, menjelaskan bahwa dinamika perubahan kualitas kulit pada usia tersebut bervariasi pada setiap individu. Oleh karena itu, langkah perawatan estetika yang diambil tidak bisa disamaratakan dan harus dirancang secara personal.
“Memasuki usia 30-an, perubahan kolagen dan kualitas kulit mulai terasa berbeda pada setiap orang. Karena itu, perawatan estetika perlu direncanakan secara personal,” ujar dr. Armansjah dalam keterangan persnya.
Untuk menyiasati penurunan kualitas kulit tersebut, berbagai opsi perawatan medis guna memperbaiki struktur serta mengembalikan elastisitas kulit dapat dipertimbangkan. Salah satu pilihan yang dinilai efektif adalah perawatan kulit berbasis penggantian kolagen.
Menurut dr. Armansjah, pemanfaatan kolagen tipe I dalam bentuk native dapat menjadi opsi fungsional untuk membantu menopang struktur dasar kulit, sekaligus menstimulasi pembentukan kolagen baru secara mandiri oleh tubuh. Metode ini dinilai mampu membantu meningkatkan kekencangan, menjaga elastisitas, serta menghaluskan tekstur kulit yang mulai menua.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa pemilihan jenis perawatan kulit tidak boleh dilakukan sembarangan. Seluruh prosedur estetika idealnya harus disandarkan pada hasil asesmen atau evaluasi medis mendalam, serta disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing pasien.
Lebih lanjut, dr. Armansjah menekankan bahwa perawatan klinis yang berfokus pada kesehatan kulit jangka panjang hendaknya dipandang sebagai bagian dari komitmen self-care atau perawatan diri, alih-alih sekadar berorientasi pada hasil yang instan.
“Perawatan adalah bagian dari self-care dan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas kulit, bukan sekadar mengejar hasil instan,” pungkasnya.
(Ant/P-4)
