
PERKEMBANGAN industri kecantikan dan estetika di Indonesia ikut mendorong perubahan preferensi konsumen.
Perawatan tidak lagi semata ditujukan untuk menghasilkan perubahan tampilan secara cepat, tetapi semakin diarahkan pada pemeliharaan kualitas kulit dan hasil yang terlihat alami dalam jangka panjang. Fokusnya tidak hanya pada tampilan permukaan kulit, tetapi juga pada dukungan terhadap struktur kulit dan proses pembentukan kolagen.
Tren tersebut menjadi konteks yang dibawa penyedia layanan estetika Natasha Luxe melalui pengenalan Nithya Native Collagen di Natasha Luxe Wijaya, Jakarta. Dalam hal ini, Natasha Luxe menjadi jaringan klinik pertama di Indonesia yang menggunakan Nithya Native Collagen.
Nithya merupakan brand native collagen yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia dengan sumber kolagen dari tendon kuda. Pendekatan tersebut digunakan untuk kebutuhan collagen replacement dan regenerasi.
Dermatologist dr. Armansjah Dara Sjahruddin, Sp.DVE, mengatakan perubahan kebutuhan pasien membuat pendekatan berbasis kolagen semakin relevan dalam perawatan estetika.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan pasien bergeser. Mereka tidak hanya mencari perubahan yang terlihat, tetapi juga ingin menjaga kualitas kulit seiring bertambahnya usia,” ujar dr. Dara.
Menurutnya, pendekatan berbasis kolagen berkaitan dengan upaya mendukung struktur kulit melalui pilihan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tiap pasien.
Ia menjelaskan Nithya Native Collagen menggunakan kolagen tipe I dalam bentuk native yang ditujukan untuk membantu mendukung struktur kulit serta merangsang pembentukan kolagen baru.
“Di Natasha Luxe, perawatan ini dapat menjadi pilihan yang disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan setiap pasien,” paparnya.
Pengenalan perawatan tersebut dikemas melalui Natasha Luxe Society Gathering yang berlangsung secara intim dengan melibatkan 15 orang sahabat konten kreator Melinda Aristya. Kegiatan di Natasha Luxe Wijaya itu mencakup sesi pengenalan dan live treatment demonstration Nithya Native Collagen.
Melalui kegiatan tersebut, Natasha Luxe memadukan unsur kecantikan, edukasi, dan pengalaman perawatan dalam memperkenalkan pendekatan collagen replacement kepada konsumen.
Melinda mengatakan pengalaman mengikuti demonstrasi perawatan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses penggunaan Nithya Native Collagen.
“Saya suka dengan Nithya ini. Enggak sakit, hasilnya bisa langsung terasa, kulitku lembab banget dan minim downtime jadi langsung bisa beraktivitas. Dan aku undang teman-temanku ke Luxe Society Gathering ini agar mereka bisa merasakan juga Nithya Native Collagen ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, pengembangan layanan berbasis kolagen juga mencerminkan semakin personalnya pendekatan dalam perawatan estetika. Kondisi kulit dan kebutuhan setiap pasien menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jenis perawatan yang digunakan.
Armansjah mengatakan perubahan kualitas kulit dapat mulai dirasakan secara berbeda ketika seseorang memasuki usia 30-an. Karena itu, perawatan estetika menurutnya perlu direncanakan secara personal.
“Memasuki usia 30-an, perubahan kolagen dan kualitas kulit mulai terasa berbeda pada setiap orang. Karena itu, perawatan estetika perlu direncanakan secara personal,” ujarnya.
Ia menilai perawatan dapat menjadi bagian dari self-care sekaligus investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas kulit, bukan hanya mengejar perubahan tampilan secara instan.
Natasha Skin Clinic sendiri telah beroperasi selama lebih dari 32 tahun di Indonesia. Melalui Natasha Luxe, perusahaan mengembangkan konsep klinik premium dengan pendekatan ‘Exclusive Luxury’ yang menawarkan berbagai solusi perawatan estetika.
Kehadiran Nithya Native Collagen menjadi bagian dari pengembangan layanan tersebut sekaligus menambah pilihan perawatan yang berfokus pada kualitas kulit dan pendekatan kolagen. (E-1)
