Influenza A: Kemenkes Percepat Distribusi Antivirus Oseltamivir ke 196 Rumah Sakit
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia (kanan).(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melakukan percepatan distribusi antivirus oseltamivir ke berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan obat sesuai dengan kebutuhan rumah sakit berdasarkan jumlah kasus dan kondisi pasien yang memerlukan penanganan segera, di tengah adanya peningkatan kasus influenza A.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, distribusi telah menjangkau ratusan fasilitas kesehatan dan akan terus dipantau secara berkala.

“Saat ini sudah dilakukan distribusi ke sekitar 196 rumah sakit dan akan terus dilakukan distribusi berdasarkan kebutuhan yang masuk kepada kami. Selain itu juga kami terus melakukan perencanaan untuk pengadaan oseltamivir berdasarkan data surveillance,” ujar Lucia Rizka dalam konferensi pers secara daring, Senin (28/9).

Strategi Pengadaan dan Jalur Khusus

Untuk menjamin ketersediaan stok, Kemenkes menempuh berbagai jalur pengadaan. Hal ini mencakup optimalisasi produksi di dalam negeri serta kebijakan importasi melalui jalur khusus. Langkah importasi diambil guna mengatasi keterlambatan produksi domestik yang saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat secara cepat.

Imbauan Kemenkes bagi Masyarakat

Terkait penggunaan oseltamivir, Kemenkes memberikan lima poin imbauan penting agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang berisiko bagi kesehatan:

  • Hindari Pembelian Mandiri: Masyarakat dilarang membeli atau menyimpan oseltamivir tanpa resep dokter dan tanpa kebutuhan medis yang jelas.
  • Jangan Berbagi Obat: Dilarang keras menggunakan obat milik orang lain meskipun memiliki gejala yang tampak serupa.
  • Patuhi Dosis: “Jangan menggandakan dosis dan jangan menghentikan atau melanjutkan terapi tanpa berkonsultasi pada tenaga kesehatan,” tegas Lucia.
  • Cegah Resistensi: Penggunaan oseltamivir yang tidak sesuai indikasi medis dalam jangka panjang dapat memicu munculnya virus influenza yang resisten terhadap antivirus.
  • Gunakan Sumber Resmi: Masyarakat diminta merujuk pada informasi dari Kemenkes, dinas kesehatan, atau rumah sakit, serta tidak mudah percaya klaim bahwa setiap demam memerlukan antivirus.

Kemenkes menekankan agar masyarakat segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat, kondisi yang memburuk, atau termasuk dalam kelompok berisiko tinggi.

Lucia mengingatkan bahwa kunci utama penanganan bukan pada penimbunan obat, melainkan pada ketepatan waktu mencari pertolongan medis. “Yang perlu dilakukan masyarakat bukan membeli obat sebanyak-banyaknya, melainkan mengenali gejala, mengetahui tanda bahaya, dan mencari pertolongan pada waktu yang tepat,” imbuhnya.

Sebagai penutup, ia memastikan bahwa distribusi oseltamivir akan diprioritaskan bagi pasien yang paling membutuhkan berdasarkan penilaian klinis dari tenaga kesehatan di lapangan.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *