
TRANSFORMASI digital semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Promosi destinasi tidak lagi hanya mengandalkan informasi konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi dan kanal digital untuk membangun interaksi dengan masyarakat dan memperkenalkan beragam potensi wisata di Tanah Air.
Pendekatan tersebut salah satunya diwujudkan melalui aktivasi Cobain! atau Co-branding Wonderful Indonesia Nanya-nanya. Program ini dikemas dalam bentuk kuis digital yang mengajak masyarakat mengenal lebih dekat destinasi, seni, budaya, sejarah lokal, serta berbagai produk dan layanan yang dapat mendukung perjalanan wisata.
Kementerian Pariwisata sebelumnya mengembangkan skema Co-branding Wonderful Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan promosi melalui kemitraan dengan berbagai merek. Dalam laporan kinerja 2025, kementerian mencatat program tersebut melibatkan 66 brand dari 48 perusahaan mitra.
Pada 2026, Cobain! hadir dalam empat periode dengan mengangkat momentum berbeda sepanjang kuartal IV. Rangkaian tersebut diawali pada September untuk memperingati World Tourism Day dengan tema Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism.
Pada momentum tersebut, pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau AI diperkenalkan melalui MAiA yang diarahkan untuk membantu wisatawan menciptakan Smarter Journeys sekaligus membangun Better Local Connections. Penggunaan teknologi dalam promosi pariwisata jadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat yang makin terbiasa mencari informasi dan merencanakan perjalanan melalui kanal digital.
Memasuki Oktober, kampanye mengangkat tema Ekspedisi Jong Indonesia yang dikaitkan dengan momentum Sumpah Pemuda. Tema tersebut mengajak masyarakat mengeksplorasi seni, budaya, dan keberagaman Indonesia melalui perspektif semangat persatuan.
Selanjutnya, November menghadirkan tema Pahlawan Lokal. Selain mengenalkan sejarah pahlawan nasional, kampanye tersebut mengangkat kisah inspiratif dari mitra Co-branding Wonderful Indonesia yang turut berkontribusi dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Momentum tersebut juga dikaitkan dengan berbagai program promosi 11.11.
Rangkaian ditutup pada Desember melalui tema Jelang Libur Akhir Tahun. Masyarakat diajak melihat kembali berbagai aktivitas Co-branding Wonderful Indonesia sepanjang 2026 sekaligus mendapatkan inspirasi perjalanan melalui informasi mengenai diskon, voucher, dan penawaran liburan.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam memperkuat promosi pariwisata Indonesia.
“Kontribusi para mitra dapat membantu memperluas promosi, memperkuat daya tarik destinasi, serta menghubungkan wisatawan dengan produk dan layanan pendukung perjalanan,” paparnya, Minggu (27/9/2026).
Penguatan kolaborasi tersebut sejalan dengan arah pemasaran pariwisata nasional yang tidak hanya mengejar kesadaran terhadap destinasi, tetapi juga memperluas akses pasar dan keterhubungan dengan pelaku industri. Pada 2026, Kementerian Pariwisata juga menekankan pentingnya promosi dan perluasan akses pasar untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata.
Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Firnandi Gufron mengatakan Cobain! dirancang sebagai pengalaman digital yang ringan dan mudah diikuti.
“Melalui kuis dan tema yang mengikuti momentum nasional, masyarakat dapat menemukan informasi baru mengenai destinasi Indonesia sekaligus memperoleh inspirasi untuk merencanakan perjalanan,” ujarnya.
Aktivasi tersebut dikemas melalui Kahoot! dan Instagram dengan berbagai hadiah menarik. Informasi jadwal, mekanisme, hadiah, pengumuman pemenang, serta syarat dan ketentuan disampaikan melalui akun Instagram @Pesona.Indonesia.
Ia menambahkan dengan menggabungkan teknologi digital, momentum nasional, konten budaya, serta kolaborasi industri, Cobain! memperlihatkan bagaimana promosi pariwisata dapat dikembangkan menjadi pengalaman interaktif.
Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk makin mengenal keragaman destinasi Indonesia dan menjadikan perjalanan wisata sebagai bagian dari aktivitas ekonomi serta pengenalan budaya nasional.(H-2)
