Masalah Gigi Tak Hanya Dialami Anak, Prevalensi Karies Tinggi hingga Usia Lanjut
Ilustrasi–Dokter gigi memeriksa kondisi gigi warga saat layanan kesehatan gigi gratis di SMAN 1 Montasik, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (19/9/2026).(ANTARA/Akramul Muslim)

MASALAH kesehatan gigi masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat Indonesia di berbagai kelompok usia. Berdasarkan data terbaru, menjaga kesehatan rongga mulut bukan lagi sekadar kebutuhan anak-anak, melainkan keharusan yang berkelanjutan hingga usia dewasa dan lanjut usia.

Merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan, angka prevalensi karies gigi menunjukkan tren yang mengkhawatirkan seiring bertambahnya usia. Berikut adalah rincian prevalensi karies berdasarkan kelompok usia:









Kelompok Usia Prevalensi Karies (%)
5–9 Tahun 84,8%
25–34 Tahun 82,2%
35–44 Tahun 89,3%
45–54 Tahun 92,1%
55–64 Tahun 92,8%

Kementerian Kesehatan juga menyoroti bahwa kelompok usia 3–4 tahun, 5 tahun, serta di atas 35 tahun berada dalam kategori indeks DMF-T (Decay, Missing, Filled Teeth) tinggi hingga sangat tinggi.

Data WHO Oral Health Country Profile Indonesia turut memperkuat temuan ini dengan estimasi 46,9% anak usia 1–9 tahun mengalami karies gigi sulung yang belum ditangani, serta 19,6% populasi usia 15 tahun ke atas menderita penyakit periodontal berat.

Pendekatan Life-Course dalam Kesehatan Gigi

MI/HO—Manager Klinik SMART Dental Taman Palem, Jakarta drg. Louis Zaelani

Menanggapi kondisi tersebut, drg. Louis Zaelani, Manager Klinik SMART Dental Taman Palem, Jakarta, menekankan pentingnya pendekatan life-course atau perjalanan hidup dalam menjaga kesehatan gigi. Menurutnya, apa yang dilakukan sejak masa kanak-kanak merupakan fondasi bagi kesehatan gigi di masa depan.

“Selain menangani masalah yang sudah ada, kami ingin mendorong keluarga untuk lebih memperhatikan pencegahan dan pemeriksaan berkala. Dengan deteksi dini, dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien pada setiap tahap usia,” ujar drg. Louis.

Tantangan kesehatan gigi memang berubah seiring waktu. Pada anak-anak, fokus utama terletak pada pencegahan karies dan pembentukan kebiasaan.

Memasuki usia remaja dan dewasa, kebutuhan bergeser pada kesehatan gusi, susunan gigi (ortodontik), hingga estetika. Sementara pada usia lanjut, mempertahankan gigi alami dan fungsi mengunyah menjadi prioritas utama.

Solusi Satu Atap untuk Keluarga

Menjawab kebutuhan yang beragam tersebut, SMART Dental Group menghadirkan SMART Dental Taman Palem dengan konsep “Senyum Sehat untuk Setiap Generasi”. Klinik ini dirancang sebagai One Stop Dental Solution yang melayani seluruh anggota keluarga dalam satu tempat.

Rachma Nadya, Head of Marketing SMART Dental Group, menjelaskan bahwa layanan yang dipersonalisasi adalah kunci. “Kebutuhan anak tentu berbeda dengan orang tuanya. Melalui SMART Dental Taman Palem, kami ingin datang ke dokter gigi menjadi bagian dari gaya hidup sehat keluarga, bukan hanya dilakukan saat ada keluhan,” ungkapnya.

Dengan filosofi Science Meets Art and Technology, klinik ini menawarkan berbagai layanan komprehensif, mulai dari:

  • Pemeriksaan gigi komprehensif dan perawatan gigi anak.
  • Orthodontic (kawat gigi/aligner) dan aesthetic dentistry (whitening & veneer).
  • Scaling dan perawatan kesehatan gusi.
  • Restorative dentistry (crown & perawatan saluran akar).
  • Implan gigi dan tindakan bedah mulut.

SMART Dental Group sendiri telah berkiprah selama lebih dari 20 tahun di Indonesia dan melayani lebih dari 100.000 pasien. Didukung oleh lebih dari 50 dokter gigi profesional, grup ini juga terafiliasi dengan jaringan kesehatan global seperti Healthway Medical Group Singapore dan JNJ Specialist Dental Centre, guna memastikan standar perawatan internasional bagi masyarakat Indonesia. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *