CORE Ingatkan Pemerintah Siapkan Transisi Sebelum Pangkas Subsidi Energi 2027
Ilustrasi.(Antara)

DIREKTUR Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan masa transisi dan uji coba (piloting) yang matang sebelum memangkas kuota serta volume energi bersubsidi, termasuk LPG 3 kilogram. Langkah ini dinilai krusial guna memitigasi risiko perubahan perilaku konsumen dan menjaga daya beli masyarakat.

Faisal menjelaskan bahwa pengurangan subsidi energi bukan sekadar penyesuaian angka anggaran, melainkan tantangan besar dalam mengubah pola konsumsi energi masyarakat. “Risiko ini yang harus diantisipasi pemerintah dan membutuhkan masa transisi dan juga piloting,” ujar Faisal di Jakarta, Selasa (29/9).

Risiko Daya Beli dan Perubahan Perilaku

Menurut Faisal, peralihan dari LPG ke sumber energi alternatif seperti kompor listrik, jaringan gas (jargas), maupun compressed natural gas (CNG) memerlukan penyesuaian perilaku yang tidak instan. Pemerintah diminta menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung proses transisi tersebut.

Ia menekankan bahwa dampak pengurangan subsidi akan langsung dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat, terutama mereka yang belum memiliki akses ke energi alternatif. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kemampuan masyarakat untuk beralih tanpa mengalami penurunan daya beli akibat fluktuasi harga.

“Apalagi kalangan calon kelas menengah dan menengah masih banyak yang bergantung pada barang-barang atau energi yang disubsidi, baik itu LPG maupun bahan bakar minyak (BBM),” tambahnya.

Rincian Pemangkasan Subsidi Energi APBN 2027

Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-7, pemerintah dan DPR telah menyepakati alokasi anggaran subsidi energi dalam UU APBN 2027. Terdapat penurunan signifikan pada pos subsidi BBM dan LPG 3 kg dibandingkan alokasi sebelumnya.







Komponen Anggaran Alokasi Sebelumnya Kesepakatan APBN 2027
Total Subsidi Energi Rp272,94 Triliun Rp261,5 Triliun
Subsidi BBM & LPG 3 Kg Rp143,84 Triliun Rp131,39 Triliun
Subsidi Listrik Rp130,11 Triliun Rp130,11 Triliun

Penurunan anggaran ini juga diikuti dengan pemangkasan volume fisik energi bersubsidi:

  • BBM Bersubsidi: Ditetapkan 19,56 juta kiloliter (turun dari 20,09 juta kiloliter).
  • LPG Tabung 3 Kg: Ditetapkan 8 juta metrik ton (turun dari 8,95 juta metrik ton).

Alternatif Energi dari Pemerintah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah menyiapkan sejumlah alternatif untuk menekan konsumsi LPG 3 kg. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menyebutkan bahwa mulai tahun depan, penggunaan CNG dan perluasan jargas akan mulai diakselerasi.

“Nanti tahun depan kan sudah mulai ada ini juga kan, CNG dan seterusnya,” kata Erani di Jakarta, Jumat (25/9). Selain CNG, pemerintah juga mendorong penggunaan kompor listrik dan pembangunan pipa transmisi gas untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor yang disubsidi. (Ant/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *