Anne Avantie Kenang Guruh Soekarnoputra, dari Kiriman Gudeg hingga Awal Karier
Anne Avantie (kiri).(Sumber: Instagram Anne Avantie)

KABAR meninggalnya seniman sekaligus perancang busana Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka bagi banyak kalangan, termasuk desainer Anne Avantie. Guruh yang meninggal dunia pada usia 73 tahun diketahui memiliki tempat khusus dalam perjalanan karier Anne di dunia mode.

Anne mengaku sempat optimistis dengan kondisi Guruh ketika mengetahui sang maestro tengah sakit. Ia bahkan sempat mengirimkan gudeg buatannya sebagai bentuk perhatian dan dukungan agar Guruh segera pulih.

Perhatian sederhana itu kemudian menjadi salah satu kenangan terakhir Anne bersama Guruh. Ia mendapat kabar bahwa hidangan yang dikirimnya ternyata disantap hingga habis.

“Ternyata beliau makan gudegnya sampai habis. Padahal sebelumnya, nggak mau makan sama sekali,” ujar Anne. 

Selain gudeg, Anne juga mengirimkan sambal petai, sambal krecek, dan kue sisir. Anne yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah, bahkan mendapat kiriman video yang memperlihatkan Guruh tengah menyantap makanan tersebut.

Bagi Anne, momen itu menjadi kenangan tersendiri sebelum kepergian Guruh. Hubungan Anne dengan Guruh ternyata telah terjalin sejak puluhan tahun lalu. Saat masih duduk di bangku SMP, Anne pernah terlibat dalam kegiatan Sanggar Tari Soerya Soemirat yang dipimpin Guruh. Ketika itu, ia membantu menyiapkan kostum para penari.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik awal perjalanan Anne di dunia desain busana. Ia mengaku proses kreatif yang dijalaninya bersama sanggar tari turut mendorong keinginannya untuk mendalami dunia tata busana.

“Jadi banyak orang nggak tahu, dan memang jarang saya ungkapkan. Sebetulnya cikal bakal saya jadi desainer itu berawal dari panggung tari,” kata Anne.

Sejak saat itu, Guruh tidak hanya dikenal Anne sebagai seorang seniman, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan pengaruh dalam perjalanan kariernya.

Anne juga kerap menggunakan karya musik Guruh dalam berbagai peragaan busananya. Lagu seperti Melati Suci dan Zamrud Khatulistiwa disebut menjadi bagian dari sejumlah peragaan yang digelar Anne.

Kepergian Guruh pun menjadi kehilangan bagi Anne sekaligus meninggalkan kenangan panjang tentang sosok yang pernah hadir dalam perjalanan awal kariernya sebagai perancang busana. (Sumber: instagram Anne Avantie/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *