
SOSIS adalah makanan olahan yang umumnya dibuat dari daging yang digiling atau dicincang, kemudian dicampur dengan bumbu dan bahan lainnya, lalu dimasukkan ke dalam selubung berbentuk memanjang. Daging yang digunakan dapat berupa daging sapi, ayam, atau jenis daging lainnya.
Sosis dapat diolah dengan berbagai cara, seperti direbus, dipanggang, digoreng, atau dimasak bersama bahan makanan lain. Produk sosis juga tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran, dengan komposisi serta kandungan gizi yang berbeda-beda.
1. Meningkatkan asupan natrium
Sosis umumnya mengandung garam cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat membuat asupan natrium harian menjadi terlalu tinggi.
2. Meningkatkan risiko tekanan darah tinggi
Asupan natrium yang tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah pada sebagian orang.
3. Meningkatkan asupan lemak jenuh
Beberapa jenis sosis mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi. Jika berlebihan, hal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL.
4. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Konsumsi daging olahan secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, terutama jika menjadi bagian dari pola makan yang kurang sehat secara keseluruhan.
5. Meningkatkan risiko kanker kolorektal
Daging olahan, termasuk sosis, telah diklasifikasikan oleh IARC sebagai karsinogen bagi manusia. Risiko tersebut berkaitan dengan jumlah dan frekuensi konsumsi.
6. Menyebabkan asupan kalori berlebihan
Sosis yang tinggi lemak dan dikonsumsi dalam porsi besar dapat menambah asupan energi harian.
7. Berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan
Jika kalori yang dikonsumsi secara keseluruhan lebih banyak daripada yang digunakan tubuh, berat badan dapat meningkat.
8. Kurang serat
Sosis umumnya tidak menjadi sumber serat yang baik. Terlalu sering mengandalkannya dapat membuat pola makan kekurangan makanan berserat seperti sayuran, buah, dan biji-bijian.
9. Mengurangi keberagaman makanan
Terlalu sering mengonsumsi sosis dapat membuat pilihan makanan menjadi kurang beragam sehingga asupan berbagai zat gizi penting berpotensi tidak optimal.
10. Dapat meningkatkan asupan bahan tambahan pangan
Produk sosis tertentu menggunakan bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, atau penstabil sesuai formulasi produk. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan paparan terhadap bahan-bahan tersebut.
11. Berpotensi mengganggu kesehatan pencernaan
Pola makan yang terlalu banyak makanan olahan dan rendah serat dapat kurang mendukung fungsi pencernaan.
12. Meningkatkan paparan senyawa tertentu saat dimasak pada suhu tinggi
Memasak daging pada suhu sangat tinggi, terutama hingga gosong, dapat membentuk senyawa tertentu yang perlu dibatasi paparannya.
13. Dapat menggantikan sumber protein yang lebih beragam
Jika sosis terlalu sering menjadi sumber protein utama, konsumsi ikan, telur, kacang-kacangan, atau sumber protein lain bisa berkurang.
Sosis tidak harus sepenuhnya dihindari, tetapi sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah dan frekuensi yang wajar sebagai bagian dari pola makan beragam. Perhatikan label kandungan natrium dan lemak jenuh, serta imbangi dengan sayuran, buah, sumber protein lain, dan makanan tinggi serat. (Z-4)
Sumber: alodokter, halodoc
