
PIANIS virtuoso asal Indonesia, Alfred Young Sugiri, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ia resmi diundang sebagai solis utama untuk berkolaborasi dengan orkestra ternama Eropa, Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok, dalam sebuah konser megah yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026.
Pertunjukan bersejarah ini akan digelar di gedung legendaris ORF Radiokulturhaus (Großer Sendesaal), Wina, Austria. Di bawah tongkat konduktor kawakan asal Amerika Serikat, Everett McCorvey, Alfred akan membawakan mahakarya Wolfgang Amadeus Mozart, Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488. Panggung ini juga akan menampilkan violinis kenamaan Maria Solozobova dalam sesi yang berbeda.
“Dapat undangan tampil lagi di Eropa kali ini rasanya campur aduk, antara senang, deg-degan, nervous, dan bangga karena masih diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk tampil di hadapan publik Eropa,” ungkap Alfred.
Ia menekankan bahwa menembus panggung musik klasik Eropa bukanlah perkara mudah, terlebih untuk tampil di kiblat musik dunia seperti Wina.
Persiapan Fisik Ekstrem: Turun 13 Kg demi Mozart
Menghadapi karya Mozart yang menuntut konsentrasi tinggi selama 30 menit non-stop, Alfred melakukan persiapan yang tidak biasa. Ia menjalani program fisik ketat hingga berhasil memangkas berat badan sebanyak 13 kilogram dalam waktu 1,5 bulan. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas pernapasan dan pasokan oksigen ke otak saat beraksi di atas panggung.
“Bermain piano itu pada dasarnya menyatukan tubuh, jiwa, dan otak. Jika stamina tidak fit, pernapasan bisa terengah-engah dan mengganggu artikulasi musik. Dengan stamina prima, permainan jadi lebih hidup dan berkarakter,” jelas pria kelahiran Bandung tahun 1991 ini.
| Lokasi | Jenis Konser | Kapasitas/Sifat |
|---|---|---|
| Hungaria | Private Concert | Eksklusif (Terbatas) |
| Wina, Austria | Open Concert | 1.500 – 2.000 Penonton |
Rekam Jejak dan Misi Menginspirasi
Kembalinya Alfred ke panggung Eropa merupakan buah dari konsistensi panjang. Lulusan Musikhochschule Detmold dan Musikhochschule Lübeck dengan predikat Sehr Gut ini telah masuk dalam manajemen artis Jerman sejak 2015.
Ia tercatat pernah tampil di ajang bergengsi seperti Bach International Festival dan Brahms Festival, serta meraih berbagai beasiswa masterclass dari maestro dunia.
Selain aktif sebagai solis, Alfred kini menjabat sebagai Direktur PT Kawai Piano Indonesia dan co-Founder RAEL Music Academy. Ia juga kerap dipercaya menjadi juri kompetisi internasional dan profesor tamu, termasuk di Asia International Piano Academy & Festival (AIPAF) 2026.
Melalui penampilannya di Wina, Alfred membawa misi besar untuk memotivasi generasi muda Indonesia. Ia berharap pemerintah dapat lebih memfasilitasi perkembangan seni musik sebagai sarana pembentukan karakter bangsa.
“Saya ingin membuktikan kepada anak-anak muda Indonesia bahwa dihargai di panggung orkestra dunia bukanlah hal yang mustahil diraih. Musik bukan sekadar hiburan mewah, tetapi pelajaran tentang struktur, rasa, dan disiplin,” pungkasnya. (Z-1)
