
KEBUTUHAN layanan hospice dan paliatif mulai mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan pendampingan bagi pasien dengan penyakit kronis, degeneratif maupun terminal.
Perawatan pada fase tersebut tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup pengelolaan nyeri, dukungan psikologis dan spiritual, serta pendampingan bagi keluarga.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam perawatan pasien yang memasuki fase akhir kehidupan. Pasien membutuhkan kenyamanan dan ketenangan, sementara keluarga dan caregiver juga memerlukan pendampingan dalam menghadapi kondisi tersebut.
Tim Advisor Kanopi Hospice Center, Dr. dr. Rebecca Noerjani Angka, M. Biomed, mengatakan pasien yang berada pada tahap paliatif atau hospice membutuhkan persiapan yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis.
“Menghadirkan pusat layanan ini membutuhkan komitmen dan keberanian besar. Saat kondisi pasien berada di stage paliatif atau hospice, yang dibutuhkan bukan hanya penanganan dan pemantauan medis, namun juga dari sisi persiapan mental dan spiritual,” ujar Rebecca, Senin (28/9).
Menurut dia, pasien pada fase tersebut membutuhkan kedamaian, kenyamanan, dan ketenangan secara maksimal. Karena itu, pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan keahlian medis, tetapi juga membutuhkan ketulusan, empati, dan kasih dalam memberikan perawatan.
Direktur Keperawatan Kanopi Nursing Home Anna Lidwina mengatakan perawatan paliatif tidak berarti menyerah terhadap penyakit. Pendekatan tersebut bertujuan memastikan pasien tetap memperoleh kualitas hidup, kenyamanan, perhatian, dan pendampingan.
“Perawatan paliatif bukan tentang menyerah pada penyakit, melainkan tentang memastikan setiap pasien tetap mendapatkan kualitas hidup terbaik, rasa nyaman, perhatian, dan pendampingan yang penuh kasih,” kata Anna.
Ia menjelaskan kebutuhan pasien dalam perawatan paliatif dapat mencakup pengelolaan nyeri, pemenuhan kebutuhan dasar, pencegahan luka tekan, dukungan nutrisi, pendampingan emosional, stimulasi aktivitas ringan, hingga dukungan spiritual sesuai kebutuhan pasien dan keluarga.
Salah satu layanan yang hadir dengan pendekatan tersebut ialah Kanopi Hospice Center. Pusat layanan yang diluncurkan pada 28 September 2026 itu ditujukan bagi pasien dengan kondisi kronis, degeneratif, dan terminal melalui pendekatan multidisiplin.
Kanopi Hospice Center menyediakan layanan perawatan paliatif dan hospice terpadu, pengelolaan nyeri dan gejala, pendampingan tenaga kesehatan selama 24 jam, dukungan psikologis dan spiritual, konsultasi keluarga dan caregiver, serta layanan home care dan home visit paliatif.
Direktur Utama Kanopi Group Kikin Is Sugiarno mengatakan layanan tersebut diarahkan untuk menghadirkan ruang perawatan yang memberikan penghormatan terhadap pasien sekaligus mendukung keluarga.
“Kami percaya individu yang berada di masa kritisnya, berhak mendapatkan perawatan terbaik dengan penuh penghormatan. Melalui Kanopi Hospice Center, kami ingin menghadirkan ruang perawatan yang hangat, tenang, dan bermartabat bagi pasien serta keluarga,” ujar Kikin. (H-2)
