1.560 Peserta Ikuti AI Open Innovation Challenge 2026
Ajang AI Open Innovation Challenge 2026.(Dok. MI)

SEBANYAK 1.560 peserta mengikuti ajang AI Open Innovation Challenge 2026, kompetisi pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mempertemukan talenta muda, akademisi, pemerintah, dan dunia industri. Sebanyak 20 tim berhasil melaju ke babak final setelah melewati proses seleksi untuk menghadirkan inovasi AI dalam menjawab berbagai persoalan di sektor industri dan pemerintahan.

Ketua Panitia AI Open Innovation Challenge 2026, Erwin Parasian Sitompul, mengatakan kompetisi tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan kemampuan talenta AI dengan kebutuhan nyata dunia industri.

“Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang menghasilkan ide inovasi, tetapi juga mempertemukan talenta AI dengan kebutuhan nyata di dunia industri. Kami berharap inovasi yang lahir dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, industri, dan tata kelola kota Jakarta,” ujar Erwin.

Kompetisi bertema Preparing Future AI Talent for Industry itu mencapai tahap final pada Kamis (24/9) di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta. Ajang tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Jababeka Tbk, President University, dan Fabrication Laboratory President University.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang membuat solusi berbasis AI berdasarkan persoalan nyata yang diberikan oleh delapan case provider dari sektor industri maupun instansi pemerintah.

Tantangan yang diberikan mencakup berbagai bidang, mulai dari ritel dan logistik, manufaktur, e-commerce, sertifikasi, kepabeanan, hingga pengelolaan sampah dan manajemen lalu lintas.

Sebelum memasuki tahap final, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari seleksi, mentoring, private coaching, kunjungan ke perusahaan pemberi kasus, hingga demonstrasi prototipe solusi AI di hadapan dewan juri.

Dari sisi pemerintah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pengembangan ekosistem AI di Indonesia.

Analis Kebijakan Ahli Madya Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Suparjo, mengatakan Indonesia perlu memperkuat peran sebagai penghasil inovasi teknologi.

“Indonesia harus bertransformasi menjadi produser inovasi atau pencipta solusi dan hub pengembangan AI,” kata Suparjo.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong agar inovasi yang dihasilkan dalam kompetisi tersebut tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Feirully Irzal, mengatakan sejumlah inovasi peserta akan didorong untuk dikembangkan melalui program business matching serta peluang uji coba dengan kondisi lapangan yang nyata.

Manusia yang tak Pakai AI akan Kalah Raih Juara Umum

Dalam pengumuman pemenang, tim Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah berhasil meraih predikat Juara Umum Sektor Industri. Tim tersebut beranggotakan Raihan Putra Kirana, Hilfani Rayyanne Subagio, Muhammad Abyan Putra Wibowo, Husni Abdillah Ray, dan Steven Lie Wibowo.

Pada kategori sektor industri tingkat SMA/SMK, juara pertama diraih Tim Pasti Menang, disusul CargoArch AIsebagai juara kedua dan Quasarian Radr-Lyon Dynasty sebagai juara ketiga.

Untuk kategori umum sektor industri, Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah menjadi juara pertama, diikuti Rojalisebagai juara kedua dan Ada Pokemon Blonde sebagai juara ketiga.

Sementara itu, pada sektor Traffic Management, juara pertama diraih Lumitech, disusul Vista dan Problem Solver. Sedangkan sektor Waste Management dimenangkan AI Engineer 94 Jakarta, dengan Sekawan Engineer sebagai juara kedua dan JWIS sebagai juara ketiga.

Selain penghargaan utama, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan khusus. Alchemy meraih AI Ethics Award, Aselole mendapatkan Human-AI Collaboration Award, Last Minute memperoleh Process Optimization Award, Nangulub menerima System Integration Award, SmartLine Automation mendapatkan Decision Support Award, Axion Labs meraih Industry Potential Award, Golden Syphon memperoleh Growth Potential Award, dan Idiotequemendapatkan Prototype Demo Award.

Penyelenggara berharap inovasi yang lahir dari AI Open Innovation Challenge 2026 dapat terus dikembangkan menjadi solusi teknologi yang aplikatif dan mampu menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *