Warga Kabupaten Sukabumi masih Alami Krisis Air Bersih
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.(MI/BENNY BASTIANDY)

MASYARAKAT di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi itu dipicu belum stabilnya curah hujan yang terjadi di tengah kemarau panjang ekstrem.

Di Kampung Linggamanik RT 03/04, Desa/Kecamatan Bantargadung misalnya, ratusan kepala keluarga mengalami krisis air bersih. Sumber-sumber air, termasuk debit di aliran sungai, sudah mengering.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kebutuhan warga. Dinas tersebut menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 2.500 liter ke wilayah yang merupakan daerah rawan kekeringan tersebut.

Wakil Komandan Pos Damkarmat Palabuhanratu, Ujang Sukandi, mengaku mendapatkan laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih. Laporan ditindaklanjuti dengan pendistribusian air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.

“Kami menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 2.500 liter kepada warga Kampung Linggamanik Desa Bantargadung Kecamatan Bantargadung,” katanya, Minggu (27/9).

Dia menambahkan, Disdamkarmat siap siaga menghadapi dampak kemarau panjang ekstrem. Tak hanya penanganan kebakaran hutan dan lahan, tapi juga kesiapan membantu penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Ini merupakan bentuk pelayanan maksimal kepada masyarakat di tengah kemarau panjang yang sudah berlangsung cukup lama,” tegasnya.

Penyaluran bantuan air bersih ini mendapat respons positif dari masyarakat. Mereka memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Selain mendistribusikan, kami juga mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan air selama musim kemarau. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan air, kami siap membantu memenuhi kebutuhan,” pungkas Ujang.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *