Gunung Lewotolok Erupsi 215 Kali dalam 24 Jam, Status Level II
Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, Sabtu (26/9) malam.(Magma Indonesia)

AKTIVITAS erupsi Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung. Selama 24 jam terakhir, gunung tersebut erupsi sebanyak 215 kali.  

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, mencatat letusan terjadi sepanjang periode pengamatan pada 26 September 2026 pukul 00.00-24.00 Wita.

“Letusan yang terekam memiliki amplitudo 19,4-40 milimeter dengan durasi 34-77 detik. Secara visual, letusan menghasilkan asap berwarna putih dan kelabu dengan ketinggian sekitar 100-500 meter dari puncak,” ujarnya.

Aktivitas gunung tidak hanya ditandai oleh letusan. Dalam periode yang sama, petugas juga mencatat 174 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,8-19 milimeter dan durasi 24-63 detik. Selain itu terekam satu kali gempa guguran dengan amplitudo 3,8 milimeter dan durasi 54 detik.

Selain itu, terjadi empat kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 7,7-19,4 milimeter dan durasi 76-138 detik serta tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 9,7-38 milimeter.

Secara visual, kondisi gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal teramati setinggi 20-100 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat. Suhu udara berada pada kisaran 24-33 derajat Celsius.

Meski aktivitas erupsi terus terekam, status Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada).

Adapun masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Sedangkan, khusus pada sektor selatan dan tenggara, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut.

Warga di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan untuk melindungi mata dan kulit guna mengantisipasi paparan abu vulkanik. Tempat penampungan air bersih juga diminta ditutup agar tidak terpapar abu vulkanik. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *