
ARTEFAK arkeologis berupa batu nisan tipe gada ditemukan di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Penemuan tersebut diinformasikan oleh Pemerintah Desa Dadap kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu. Temuan berupa batu nisan ini langsung diidentifikasi dan dilakukan pendataan oleh Tim Arkeologi dan Sejarah dari TACB Kabupaten Indramayu dan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.
“Dari hasil identifikasi sementara diketahui nisan berbentuk gada atau meriam terbalik ini merupakan satu satu temuan nisan yang ada di Indramayu,” tutur Pamong Budaya bidang Cagar Budaya kabupaten Indramayu Suparto Agustinus, Minggu (27/9).
Pihaknya bersama TACB akan melakukan kajian terkait dengan temuan tersebut.
Sementara itu Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi mengatakan batu nisan bertipe gada di Desa Dadap ini sebelumnya pernah diteliti oleh arkeolog Nanang Saptono yang mengaitkan temuan tersebut dengan persebaran peradaban Islam di pesisir Indramayu. Temuan ini menunjukan adanya hubungan komunikasi yang baik antara masyarakat pesisir Indramayu dengan wilayah lain.
“Nisannya terbuat dari batu andesit. Kita tahu di Indramayu tidak ada sentra material bahan baku tersebut, sehingga harus didatangkan dari daerah lain,” jelasnya.
Dia nmenjelaskan bahwa nisan makam tipe gada adalah jenis batu nisan kuno yang berbentuk silindris atau menyerupai senjata gada dengan bagian atas yang membulat.
“Umumnya berwujud silindrik seperti tabung atau meriam terbalik dengan bagian kepala atau ujung atas yang membesar dan membulat,” katanya.
Nisan type ini, kata Demush, sering ditemukan di berbagai situs pemakaman Islam kuno di Indonesia, seperti di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, hingga Jawa.
Dia menjelaskan bahwa dalam beberapa penelitian arkeologi pada makam kuno, nisan berbentuk bulat silindris seperti gada kerap diidentifikasikan sebagai penanda makam tokoh laki-laki.
“Bentuk ini juga kadang dikaitkan dengan pengaruh tradisi atau corak pra-Islam yang diadaptasi pada masa awal masuknya Islam,” jelasnya.
