Mengenal Guruh Soekarno dan Karya-Karya Ikoniknya
Guruh Soekarnoputra atau Guruh Soekarno(Dok.Media Indonesia)

NAMA Guruh Soekarnoputra atau Guruh Soekarno menorehkan jejak panjang di dunia seni Indonesia. Bukan hanya dikenal sebagai putra Presiden pertama RI Soekarno, Guruh juga meninggalkan berbagai karya yang menggabungkan musik, tari, koreografi, dan unsur budaya Indonesia. Beberapa karyanya bahkan masih digunakan dalam pertunjukan hingga kini. 

Guruh memiliki nama lengkap Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Dilansir dari Tatler Asia, Guruh dikenal sebagai seniman, musisi, komponis, dan koreografer yang memberikan pengaruh terhadap perkembangan seni pertunjukan, musik, dan tari modern Indonesia. Ia juga dikenal karena memasukkan elemen tradisional Indonesia ke dalam karya-karya modern.

Guruh Gipsy

Salah satu karya paling dikenal adalah Guruh Gipsy, album yang dirilis pada 1977. Proyek ini mempertemukan Guruh dengan sejumlah musisi, termasuk Chrisye. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Tatler Asia, album tersebut menggabungkan suara gamelan tradisional Indonesia dengan instrumen rock Barat.

Selain Guruh Gipsy, katalog diskografi Guruh mencatat sejumlah karya lain, di antaranya:

– Pergelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra (1979)

– Pergelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra II: Untukmu Indonesiaku! (1980)

– Pergelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra III: Cinta Indonesia (1984)

– Pergelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra IV: Gilang Indonesia Gemilang (1986). 

Karya-karya tersebut memperlihatkan keterlibatan Guruh dalam mengembangkan konsep musik sekaligus seni pertunjukan.

Deretan Lagu Ciptaan Guruh

Guruh juga menghasilkan sejumlah lagu yang kemudian dibawakan oleh penyanyi lain. Beberapa karya yang dikenal antara lain:

  • – “Kala Sang Surya Tenggelam”
  • – “Zamrud Khatulistiwa”
  • – “Melati Suci”
  • – “Lenggang Puspita”
  • – “Gita Cinta dari SMA”
  • – “Anak Jalanan”
  • – “Smaradhana” 
  • – “Cinta Indonesia”
  • – “Kembalikan Baliku”
  • – “Galih & Ratna”.

Karya-karya tersebut juga terangkum dalam album Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra yang dirilis pada 1998. Sementara itu, Guruh turut menghasilkan album Campur Sari Karya Cipta Guruh Sukarno Putra: Candu Asmara pada tahun yang sama.

Karyanya Guruh Soekarno

Warisan karya Guruh Soekarno tidak hanya tersimpan dalam rekaman. Berdasarkan laporan dari The Straits Times, lagu-lagu nasionalistik ciptaan Guruh digunakan untuk mengiringi pertunjukan tari tradisional-modern Dayak dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79 di Nusantara pada 17 Agustus 2024.

Pertunjukan tersebut memadukan gerakan tari dengan atribut budaya seperti bulu burung enggang dan perisai. Penggunaan karya Guruh dalam agenda tersebut memperlihatkan bagaimana komposisinya tetap hadir dalam pertunjukan yang mengangkat identitas budaya Indonesia.

Dari Guruh Gipsy, Untukmu Indonesiaku!, Cinta Indonesia, hingga lagu seperti Zamrud Khatulistiwa dan Kala Sang Surya Tenggelam, karya Guruh Soekarno mencakup perjalanan panjang dalam musik dan seni pertunjukan Indonesia. (The Straits Times/ Discogs/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *