Brasil Ditahan Imbang Australia, Carlo Ancelotti Kritik Kualitas Lapangan
Pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti(AFP/Saeed KHAN)

PELATIH timnas Brasil, Carlo Ancelotti, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi lapangan Stadion Queensland Country Bank setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh timnas Australia dalam laga persahabatan, Jumat (25/9). Permukaan lapangan yang licin dan kualitas rumput yang terus memburuk dinilai menjadi hambatan utama bagi kedua tim untuk mengembangkan permainan terbaik mereka.

Dalam pertandingan tersebut, Brasil nyaris menelan kekalahan dan harus menunggu hingga detik-detik terakhir untuk menyelamatkan hasil imbang. Australia lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-68 melalui eksekusi tendangan bebas spektakuler dari Nestory Irankunda. Brasil baru bisa menyamakan kedudukan lewat sundulan Rayan pada sentuhan terakhir pertandingan.

Keluhan Ancelotti dan Masalah Infrastruktur

Ancelotti menilai anak asuhnya layak mendapatkan hasil imbang setelah berjuang menembus pertahanan Australia yang terorganisasi dengan baik. Namun, ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap fasilitas pertandingan yang membuat para pemain kesulitan menjaga keseimbangan.

“Lapangan ini tidak bagus. Sulit bermain di lapangan seperti ini. Kami berharap mendapatkan lapangan yang lebih baik pada pertandingan berikutnya,” ujar Ancelotti sebagaimana dikutip dari ESPN.

Kondisi lapangan di Australia memang menjadi tantangan tersendiri bagi cabang olahraga sepak bola. Hal ini disebabkan oleh penggunaan stadion yang harus berbagi dengan cabang olahraga lain yang lebih populer secara infrastruktur, seperti rugby dan Australian Rules Football.

Stadion Queensland Country Bank sendiri merupakan markas bagi tim North Queensland Cowboys yang berlaga di National Rugby League (NRL). Stadion tersebut bahkan baru saja digunakan untuk pertandingan ganda NRL pada 5 September lalu, yang diduga memengaruhi kualitas permukaan rumput saat laga internasional berlangsung.

Respons Tony Popovic dan Realitas Sepak Bola Australia

Pelatih Australia, Tony Popovic, mengaku memahami keluhan yang disampaikan Ancelotti. Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan kualitas lapangan bukan hal baru bagi skuad Socceroos. Popovic menyoroti bahwa selama ini keluhan serupa jarang didengar ketika Australia bermain di babak kualifikasi.

“Karena yang datang adalah Brasil, mereka melihat kondisi lapangan dan tentu tidak senang. Tetapi saya juga tidak puas dengan kondisi lapangan yang kami gunakan dalam banyak pertandingan kualifikasi, dan selama ini tidak ada yang membicarakannya,” tegas Popovic.

Popovic menambahkan bahwa timnya memimpikan kualitas lapangan kelas dunia seperti yang mereka rasakan saat berlaga di ajang Piala Dunia. Namun, ia menyadari bahwa saat ini standar “rumput seperti karpet” masih jauh dari kenyataan bagi infrastruktur sepak bola di negaranya.

Tantangan Berikutnya di Brisbane

Gelandang Australia, Jackson Irvine, turut memberikan pandangannya. Menurutnya, para pemain Australia sudah terbiasa menghadapi kondisi lapangan yang kurang ideal, terutama saat melakoni laga tandang di kawasan Asia.

Brasil dan Australia dijadwalkan akan kembali bertemu di Lang Park, Brisbane, pada Selasa (29/9). Ancelotti berharap kondisi permukaan lapangan di stadion tersebut jauh lebih mendukung permainan teknis timnya dibandingkan laga di Townsville.

Namun, tantangan serupa mungkin kembali muncul mengingat Lang Park juga baru saja digunakan untuk laga semifinal NRL antara Dolphins dan Sydney pada Jumat malam. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *