Hujan Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Mashudi Korban Kapal Virgo Transport 8 di Jepara
Peti jenazah Mashudi, korban Kapal Virgo Transport 8 diturunkan dari mobil ambulan yang membawa dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jumat (25/9/2026).(Dok Istimewa )

SUASANA duka mendalam menyelimuti kedatangan jenazah Mashudi, 27, korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Isak tangis pecah saat peti jenazah tiba di rumah duka, Dukuh Karang Sondo, Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, pada Jumat (25/9).

Suasana semakin memilukan ketika suara anak almarhum yang baru berusia 2,5 tahun memanggil ayahnya sembari menangis histeris. Warga yang berkumpul menyambut kedatangan ambulans RSUD RA Kartini Jepara pun tak kuasa menahan haru saat melihat peti jenazah yang terbungkus plastik biru diturunkan oleh petugas dan kerabat.

Istri almarhum, Dwi Bintang, 25, tampak sangat terpukul dan langsung memeluk peti jenazah suaminya begitu diletakkan di ruang tamu. Isak tangis baru mulai mereda setelah para tetangga yang datang mulai melantunkan doa bersama.

Pihak keluarga sempat meminta izin kepada perangkat desa untuk membuka peti guna melakukan prosesi pemulasaraan secara simbolis sebelum akhirnya peti ditutup kembali untuk disemayamkan.

“Sejak mendapatkan kabar kapal yang ditumpangi suami tenggelam, kami sudah cukup lama menunggu kabar. Hingga akhirnya ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Dwi Bintang dengan nada lirih.

Dwi mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kejadian. Menurutnya, keberangkatan Mashudi ke Kalimantan sebagai sopir ekspedisi antarpulau adalah hal yang rutin dilakukan. Kabar tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 sempat membuat keluarga bingung karena minimnya informasi awal mengenai keberadaan korban.

Keluarga baru menerima kepastian pada Kamis (24/9) malam bahwa Mashudi telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah diterbangkan melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Jumat pagi sebelum dibawa ke Jepara menggunakan ambulans.

Petinggi (Kepala Desa) Plajan, Kartono, menjelaskan bahwa almarhum memang sudah lama berprofesi sebagai sopir ekspedisi lintas pulau, terutama mengirim mebel ke Kalimantan. “Korban sudah sering ke Kalimantan, tetapi biasanya tidak naik Kapal Virgo. Baru kali ini ia naik kapal yang nahas itu,” kata Kartono.

Jenazah Mashudi rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat selepas salat Jumat.

Tiga Warga Jepara Jadi Korban

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Jepara, terdapat tiga warga Jepara yang menjadi korban dalam musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar, mengonfirmasi bahwa dari ketiga korban tersebut, satu orang dinyatakan selamat.

Korban selamat adalah Abdul Kholeq, 25, warga Mindahan Wuni, Kecamatan Batealit, yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Banjarmasin. Sementara itu, satu korban lainnya, Ilham Muhammad Rojab, 21, warga Bantrung, Kecamatan Batealit, hingga kini masih dalam proses pencarian.

“Dengan ditemukannya Mashudi, berarti tinggal satu lagi warga Jepara yang belum ditemukan, yakni Muhammad Rojab. Semoga segera ditemukan dan dapat dipulangkan ke pihak keluarga,” pungkas Ibnu Hajar. (AS/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *