
KASUS penyakit influenza-like illness (ILI) atau flu-like illness di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, jumlah penderita kini bertambah menjadi 92 orang dari sebelumnya 67 orang dalam kurun waktu sepekan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Dwi Herman Susilo, menjelaskan bahwa penambahan sebanyak 25 kasus tersebut tercatat pada minggu ke-37, yakni pada rentang tanggal 13 hingga 19 September 2026. Data akumulasi ini dihimpun langsung dari seluruh puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah daerah di Situbondo.
“Iya benar ada tambahan 25 kasus dalam seminggu, dan data tersebut kami peroleh dari puskesmas-puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah daerah,” ujar Dwi Herman di Situbondo, Jumat (25/9).
Sebaran Kasus dan Langkah Antisipasi Dinkes
Puluhan kasus flu-like illness saat ini telah tersebar di 10 wilayah kecamatan di Kabupaten Situbondo. Daerah-daerah tersebut meliputi:
- Kecamatan Sumbermalang
- Kecamatan Mlandingan
- Kecamatan Banyuglugur
- Kecamatan Bungatan
- Kecamatan Kendit
- Kecamatan Situbondo
- Kecamatan Kapongan
- Kecamatan Arjasa
- Kecamatan Banyuputih
- Kecamatan Besuki (Puskesmas Widoropayung)
Sebagai langkah tanggap darurat, petugas kesehatan di lapangan terus menggalakkan upaya preventif dan kuratif. Masyarakat diimbau untuk konsisten menjaga kebersihan diri, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta rutin mencuci tangan.
Selain itu, Dwi menekankan agar warga yang tengah terserang gejala flu wajib mengenakan masker dalam setiap aktivitas harian guna menekan risiko penularan yang tergolong tinggi.
“Penularan influenza like illness ini mudah menular, bisa melalui percikan air liur saat penderita berbicara atau batuk,” kata Dwi Herman Susilo.
Klarifikasi Terkait Isu “Super Flu”
Di tengah peningkatan kasus ILI ini, pihak Dinkes Situbondo memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayahnya. Meskipun memiliki gejala awal yang hampir serupa, pembuktian secara medis belum dapat ditegakkan.
Dinkes berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi melalui pembaruan data berkala dari jejaring fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.
“Jadi, secara laboratorium, kasus super flu di Situbondo belum ada pengambilan spesimen atau belum bisa dibuktikan secara laboratorium,” pungkasnya. (Ant/E-4)
