
MEMBELI smartphone baru kini bukan lagi sekadar perkara memilih model terbaru atau spesifikasi tercanggih. Bagi sejumlah konsumen, keputusan untuk membeli ponsel kini dibayangi oleh dilema apakah harga akan stabil, atau justru semakin melambung di bulan-bulan mendatang.
Hal itu diungkapkan oleh Deputy CEO Erajaya Digital, Jong Woon Kim. Ia berpandangan bahwa dilema tersebut muncul di tengah kondisi pasar gadget yang saat ini tengah mengalami pergeseran harga yang cukup drastis.
“Kalau sekarang saya melihat customer lebih menimbang antara beli sekarang atau nanti. Kalau dulu itu orang yakin untuk langsung beli, tapi sekarang bisa pikir dua kali tiga kali,” kata Jong Woon Kim di Jakarta, Rabu (23/9).
Kelangkaan Ponsel Murah di Bawah Rp2 Juta
Dijelaskannya, salah satu faktor utama yang memicu dilema konsumen adalah pergeseran harga yang cukup signifikan di pasar. Pihak Erafone mengungkapkan bahwa segmen smartphone dengan harga di bawah Rp2 juta kini mulai langka, bahkan hampir menghilang dari pasaran.
“Sekarang di market sudah tidak ada lagi barang di bawah Rp2 juta. Dulu masih bisa cari, tapi sekarang ponsel harga Rp3 jutaan saja sudah jarang,” ujarnya.
Kenaikan harga ini bukan tanpa sebab. Lonjakan biaya produksi di tingkat manufaktur menjadi salah satu pemicu utama. Salah satu komponen yang paling berpengaruh adalah kenaikan harga memori, sebuah masalah yang dihadapi oleh seluruh industri gadget di dunia. Hal ini secara otomatis mendorong harga jual menjadi lebih tinggi ke tangan konsumen.
Strategi Menghadapi Ketidakpastian Harga
Menghadapi pergeseran perilaku pasar yang mulai penuh keraguan, Erafone menghadirkan Parade Festival Belanja Erafone 2026 pada 21–27 September 2026 di Grand Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta. Sepanjang tujuh hari, pengunjung dapat menikmati rangkaian penawaran produk menarik untuk menyiasati kenaikan harga.
Disinggung terkait kapan waktu terbaik untuk membeli ponsel di tengah ketidakpastian harga komponen global, Jong Woon Kim memberi saran tegas. Jika perangkat memang dibutuhkan untuk mendukung produktivitas hari ini, menunda pembelian justru berisiko terhadap kenaikan harga berikutnya.
“Kita tidak tahu kapan harga akan bergerak, bisa saja akan naik lagi. Jadi, beli hari ini mungkin pilihan yang lebih aman daripada menunggu ketidakpastian besok,” tutupnya. (H-2)
