
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melaporkan adanya penurunan signifikan pada jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Namun, di tengah tren penurunan tersebut, angka kematian justru mengalami peningkatan dengan catatan lima orang meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, Edis Herdis, mengungkapkan bahwa total warga yang terkonfirmasi positif DBD mencapai 322 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas pasien telah berangsur sembuh setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Fatalitas pada Anak
Edis menjelaskan bahwa meskipun secara kuantitas kasus menurun dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat fatalitas menjadi perhatian serius. Lima korban meninggal dunia dalam periode ini didominasi oleh kelompok usia anak-anak dan remaja.
“Kasus DBD di wilayah kami mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu, seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat membersihkan lingkungan. Namun, penurunan kasus ini diikuti peningkatan angka kematian, di mana lima orang meninggal di rumah sakit karena tidak tertolong,” ujar Edis Herdis, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan data Dinkes Ciamis, sebaran kasus per bulan adalah sebagai berikut:
- Januari: 47 kasus
- Februari: 44 kasus
- Maret: 43 kasus
- April: 51 kasus
- Mei: 44 kasus
- Juni: 43 kasus
- Juli: 27 kasus
- Agustus: 12 kasus
Dari total 322 kasus tersebut, penderita terdiri dari 164 laki-laki dan 147 perempuan.
Waspada Gejala Demam Tinggi
Edis menekankan bahwa musim kemarau saat ini memang tidak memicu lonjakan populasi nyamuk Aedes aegypti secara drastis. Namun, ia mengingatkan warga agar tidak lengah, terutama jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tinggi secara mendadak.
“Kami meminta masyarakat yang mengalami demam tinggi dan tidak kunjung turun untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau Puskesmas. Jangan menunda pengobatan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi agar kasus tidak kembali melonjak, Dinas Kesehatan Ciamis terus menggencarkan edukasi melalui gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Masyarakat diimbau untuk tetap konsisten menjalankan praktik 3M (menguras, menutup, dan mengubur) serta menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya pembersihan lingkungan secara masif di sekitar rumah diharapkan dapat menekan angka kasus DBD hingga akhir tahun. (H-4)
