
PARTAI Gerindra menjadi partai politik (parpol) dengan elektabilitas tertinggi versi survei nasional Poltracking Indonesia dengan mencatatkan elektabilitas sebesar 23,2%.
“Pada simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2%,” kata Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis (24/9).
Berdasarkan hasil survei tersebut, Gerindra berada pada angka 23,2%, diikuti PDI Perjuangan sebesar 11,6% dan Partai Golkar sebesar 10,4%. Selanjutnya, PKB memperoleh elektabilitas 6,2%, Partai Demokrat 6,1%, Partai NasDem 4,4%, PAN 3,4%, PKS 3,3%, PSI 2,3%, dan PPP 1,9%.
Sementara itu, partai politik lainnya dalam simulasi tersebut memperoleh elektabilitas di bawah 1%. Survei nasional tatap muka Poltracking Indonesia bertajuk “Membaca Peta Elektoral & Dinamika Partai Politik” tersebut dilaksanakan pada 14-20 Agustus 2026.
Pengambilan data lapangan dilakukan pada 14-20 Agustus 2026. Sampel pada survei itu adalah 1.220 responden dengan margin of error +/-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei tersebut adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang telah terpilih secara acak serta dibantu teknologi aplikasi. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih. (Ant/P-3)
