
SEBANYAK 418.012 murid SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur (Jatim) mulai mematangkan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Langkah ini dilakukan melalui simulasi serentak di sekolah-sekolah menjelang pelaksanaan TKA yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur sekolah sekaligus membiasakan siswa menghadapi pola dan karakter soal yang akan diujikan.
“Simulasi dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah sekaligus membiasakan murid menghadapi pola dan karakter soal TKA,” kata Aries Agung Paewai di Surabaya, Rabu (23/9).
Aries merinci bahwa simulasi TKA saat ini mencakup dua aspek utama. Pertama, pengecekan teknis terkait tempat pelaksanaan dan kesiapan perangkat komputer. Kedua, pelatihan bagi murid untuk memahami beragam bentuk soal yang akan dihadapi saat tes berlangsung.
“Simulasi pertama adalah tempat dan komputernya. Yang kedua, bagaimana anak-anak kita membaca dan memahami isi soal-soal yang ada,” ujarnya.
Menurut Aries, kemampuan memahami karakter soal sangat krusial untuk dilatih sejak dini. Hal ini bertujuan agar murid terbiasa dengan variasi soal sehingga lebih siap dalam menentukan jawaban yang tepat saat pelaksanaan TKA nanti.
Selain simulasi teknis, Dinas Pendidikan Jatim juga mendorong pihak sekolah untuk memperkuat pendalaman materi, baik pada mata pelajaran wajib maupun pilihan. Untuk mata pelajaran wajib, penguatan difokuskan pada Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Terkait hasil ujian, Dinas Pendidikan Jatim menyatakan tidak menetapkan satu target nilai yang seragam untuk seluruh murid. Aries menilai, setiap murid memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda-beda, sehingga capaian yang diharapkan pun bersifat personal.
“Kita ingin anak-anak kita mencapai nilai yang maksimal. Target nilai itu berbagai macam karena karakter anak-anak kita tidak bisa disamakan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Aries menekankan bahwa kesuksesan TKA tidak hanya bergantung pada aspek akademis semata. Ia mengingatkan para siswa untuk menjaga kondisi non-teknis agar tetap prima selama masa persiapan hingga hari pelaksanaan.
“Yang kita harapkan anak-anak bukan hanya menyiapkan bagaimana mereka belajar tentang akademik yang diujikan di TKA, tapi yang paling penting adalah kesiapan mental dan fisiknya,” pungkas Aries. (H-2)
