
LEBIH dari 2.500 masyarakat menerima manfaat dari program PEP Berbagi dan PEP Bergerak yang digelar di 25 lokasi wilayah kerja Pertamina EP, dari Sumatra hingga Papua. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Direktur Utama Pertamina EP, Arief Prasetyo Handoyo, mengatakan, keberadaan perusahaan di berbagai wilayah tidak hanya diukur dari aktivitas operasional, tetapi juga dari hubungan yang dibangun bersama masyarakat.
“Memasuki usia ke-21, kami ingin terus membawa semangat bahwa keberadaan Pertamina EP tidak hanya memberikan kontribusi melalui kegiatan operasi, tetapi juga melalui kepedulian dan kehadiran bersama masyarakat. PEP Berbagi dan PEP Bergerak menjadi wujud sederhana dari semangat tersebut, karena kami percaya bahwa ketika kita bergerak bersama, energi positif akan tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (22/9).
Rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-21 Pertamina EP tersebut berlangsung pada 18 Agustus hingga 8 September 2026. Kegiatan mencakup dukungan bagi anak yatim, dhuafa, penyandang disabilitas, lembaga pendidikan, pondok pesantren, panti asuhan, komunitas masyarakat, serta kelompok yang bergerak di bidang kesehatan dan kemanusiaan.
Di Sumatra, kegiatan dilaksanakan melalui Lapangan Pangkalan Susu, Lapangan Lirik, dan Lapangan Jambi. Sementara di Sumatra Selatan, kegiatan melibatkan Lapangan Ramba, Prabumulih, Pendopo, Limau, Rantau, dan Adera.
Di wilayah tersebut, bantuan disalurkan kepada anak yatim, dhuafa, penyandang disabilitas, dan komunitas masyarakat. Lapangan Prabumulih, misalnya, memberikan bantuan kepada organisasi atlet disabilitas.
Selain bantuan sosial, PEP Bergerak juga menyasar kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Di Prabumulih, Pertamina EP memberikan perlengkapan hidup bersih dan sehat kepada 75 siswa serta mendukung perbaikan fasilitas SDN 76 Prabumulih.
Di Jawa Barat, kegiatan berlangsung melalui Lapangan Jatibarang, Lapangan Tambun, Lapangan Subang, dan OGT Balongan. Adapun di Kalimantan, kegiatan melibatkan Lapangan Sangasanga, Lapangan Sangatta, Lapangan Tanjung, Lapangan Bunyu, dan Lapangan Tarakan.
Bantuan di Kalimantan disalurkan kepada yayasan, pondok pesantren, lembaga amil zakat, komunitas, kelompok penyandang disabilitas, dan pekerja sosial. Di Lapangan Tanjung, bantuan diberikan kepada Pondok Pesantren Bahaul Iman di Bangun Sari, Kelurahan Belimbing Raya.
Kegiatan juga menjangkau wilayah operasi di Jawa dan Indonesia timur melalui Lapangan Cepu, Lapangan Sukowati, Lapangan Poleng, Lapangan Donggi Matindok, dan Lapangan Papua. Di Papua Barat Daya, bantuan disalurkan kepada Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Papua Barat Daya dan Panti Asuhan Muhammadiyah Sorong.
Dari Kantor Pusat Pertamina EP, kegiatan menjangkau masyarakat di Cileungsi, Bekasi, Baduy, Jakarta Timur, dan Tangerang. Penerima manfaat antara lain Yayasan Azzaki yang mendampingi penyandang autisme, Yayasan Galuh Rehabilitasi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Baduy Sehat, Panti Asuhan Ester, dan Yayasan Ar Risalah.
Dengan pelaksanaan kegiatan di 25 lokasi, Pertamina EP menegaskan pentingnya hubungan berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja. Hubungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga keberterimaan sosial dan mendukung keberlangsungan operasi hulu minyak dan gas bumi. (Z-10)
