
HIPERTENSI sering kali tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan penerapan pola hidup sehat menjadi langkah krusial. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Harnavi Harun, menekankan bahwa pengendalian tekanan darah tinggi tidak bisa hanya mengandalkan obat-obatan, tetapi harus didukung oleh perubahan perilaku sehari-hari.
Secara medis, seseorang dinyatakan mengalami hipertensi jika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan/atau tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih.
Sistolik menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah, sementara diastolik adalah tekanan saat jantung beristirahat di antara denyut.
Harnavi, sebagaimana dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, mengingatkan pasien agar tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
Ia menegaskan agar pasien tidak menghentikan pengobatan secara mandiri meskipun tekanan darah sudah terlihat terkontrol, guna menghindari risiko komplikasi jangka panjang.
Tekanan darah yang tidak terkendali dalam waktu lama dapat merusak berbagai organ tubuh. Risiko kesehatan yang mengintai meliputi penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal kronis.
Oleh karena itu, perubahan gaya hidup menjadi bagian integral dalam manajemen kesehatan pasien hipertensi.
Berdasarkan panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat beberapa langkah preventif yang efektif untuk mengendalikan tekanan darah:
- Pola Makan Sehat: Memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta membatasi asupan garam maksimal 2 gram per hari.
- Aktivitas Fisik: Melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu atau intensitas tinggi selama 75 menit per minggu.
- Manajemen Berat Badan: Menurunkan berat badan bagi mereka yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
- Hindari Zat Berbahaya: Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol secara ketat.
- Kelola Stres: Melakukan manajemen stres dan rutin memeriksakan tekanan darah untuk deteksi dini.
Konsistensi dalam menjaga kebiasaan hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan medis merupakan kunci utama untuk mencegah komplikasi fatal. Dengan mengetahui kondisi tekanan darah secara dini, risiko gangguan kesehatan yang lebih berat dapat diminimalisir secara signifikan. (Kementrian Kesehatan/WHO/Siloam Hospital/Z-10)
