TPST Kedungrangu dan Hutan Perhutani di Banyumas Terbakar
Kebakaran melanda Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kedungrandu dan kawasan hutan Perhutani di Desa Sawangan Wetan, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (20/9)(MI/LIELIEK DHARMAWAN)

DUA peristiwa kebakaran terjadi di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (20/9). Kebakaran melanda Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kedungrandu dan kawasan hutan Perhutani di Desa Sawangan Wetan.

Di TPST Kedungrandu, kobaran api merembet hingga permukiman warga dan membakar sedikitnya dua bangunan. Sementara di kawasan hutan Perhutani, api melahap sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi semak dan dipenuhi daun jati kering.

Kebakaran di TPST Kedungrandu mulai membesar pada Minggu siang. Api diduga berasal dari bagian bawah tumpukan sampah kering di sisi selatan kawasan tersebut.

Tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat menjalar ke arah utara hingga mencapai permukiman. Satu rumah warga dan sebuah gudang ikut terbakar.

Kronologi

Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan api diduga bermula dari bagian bawah tumpukan sampah.

“Awal mula api dari bawah, terus karena mungkin angin yang besar, dan pohon-pohon yang sudah kering, daun-daun terutama, itu yang bikin merembet api sampai ke sini, sampai membakar dua bangunan ini,” kata Andaru.

Rumah yang terbakar diketahui masih dihuni. Namun, seluruh penghuni berhasil dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa.

“Informasi yang kami dapat ada penghuninya, tapi sudah dievakuasi. Jadi tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Kobaran api semakin besar sekitar pukul 13.50 WIB. Angin kemudian membuat api merambat ke arah timur hingga membakar bangunan hanggar yang digunakan untuk menyimpan mesin pengolahan sampah. Sejumlah suara letupan sempat terdengar dari arah bangunan tersebut.

Upaya pemadaman terkendala angin kencang dan keterbatasan air. Petugas kemudian mendapat pasokan air dari tangki Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kita terkendala oleh air untuk pemadaman. Karena angin yang kencang dan kita juga kesulitan air, kita disuplai air dari tangki DLH,” jelas Andaru.

Lima unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran. Pos Kroya, Kabupaten Cilacap, juga menyiapkan bantuan untuk memperkuat penanganan di lokasi.

“Kami memberangkatkan ada lima unit ke sini. Dari Pos Kroya (Cilacap) tadi juga sudah menghubungi kami untuk memberikan BKO di Banyumas,” katanya.

Sekitar 15-20 personel terlibat dalam penanganan kebakaran, di luar unsur TNI-Polri dan relawan. Petugas memprioritaskan pemadaman di sekitar rumah warga untuk mencegah api meluas ke permukiman.

“Kita masih melokalisir untuk api supaya tidak semakin membesar. Kita semprot yang dekat dengan rumah ini dulu, supaya tidak merembet ke sini dulu,” ujar Andaru.

Sementara kebakaran lainnya terjadi di kawasan hutan jati dan pinus milik Perhutani di Petak 34A, wilayah RPH Kalirajut, BKPH Kebasen, KPH Banyumas Timur, Desa Sawangan Wetan.

Asal Api dari Lahan Warga

Api diketahui sekitar pukul 11.20 WIB setelah merembet dari lahan warga di Grumbul Cimelong ke kawasan hutan. Kobaran api membakar semak-semak dan daun jati kering.

Kepala Desa Sawangan Wetan Kuswanto bersama perangkat desa melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Perhutani, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Sekitar pukul 11.40 WIB, petugas gabungan dari Polsek Patikraja, Koramil 03 Patikraja, Perhutani, BPBD Banyumas, MPA Patikraja Geni, Linmas, perangkat desa dan masyarakat tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kapolresta Banyumas Kombes Petrus P Silalahi didampingi Kapolsek Patikraja AKP Eko Sutanto mengatakan, petugas bersama unsur terkait segera melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.

“Begitu menerima informasi, personel bersama Perhutani, TNI, BPBD, relawan dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya dilakukan dengan peralatan yang tersedia agar api tidak semakin meluas,” kata Eko.

Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.15 WIB. Dari luas baku Petak 34A sekitar 1,5 hektare, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai satu hektare. Material yang terbakar berupa semak-semak dan daun jati kering. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *