Karhutla di Kapuas Meningkat, Tercatat 25.109 Titik Panas Hingga September 2026
ilustrasi(Antara)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, melaporkan peningkatan signifikan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru, jumlah titik panas telah mencapai 25.109 titik terhitung sejak Januari hingga 20 September 2026.

“Per 20 September 2026 saja, tercatat ada 790 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dan sedang yang tersebar di berbagai kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandingan, di Kuala Kapuas, Senin (21/9).

Pangeran merinci bahwa Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas terbanyak. Selain Mantangai, wilayah lain yang juga menunjukkan aktivitas hotspot tinggi meliputi Kecamatan Kapuas Tengah, Timpah, dan Dadahup.

Menyikapi kondisi ini, petugas gabungan terus dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik api setiap harinya. BPBD juga terus memantau situasi secara intensif dan menginstruksikan seluruh jajaran untuk memaksimalkan penanganan karhutla di lapangan.

Namun, Pangeran mengakui adanya sejumlah kendala teknis yang menghambat proses pemadaman, di antaranya:

  • Sulitnya mendapatkan sumber air karena lokasi yang jauh dari titik api.
  • Akses jalan yang sulit dilalui kendaraan operasional.
  • Kekurangan peralatan pendukung seperti selang pemadam.
  • Lokasi kebakaran yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
  • Jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut asap tebal.

Pemerintah daerah mengimbau keras agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Warga diminta segera melaporkan temuan titik api melalui Call Center Posko di nomor 0812-5563-5310 atau 0897-8391-386.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersinergi bersama pemerintah dalam mencegah dan menangani karhutla di Kapuas demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” pungkas Pangeran. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *