Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Alami Kenaikan di Sekitar US$100 per Barel
Kendaraan besar mengantre hingga ke bahu jalan tol saat mengisi BBM jenis solar di Rest Area KM 68 Tol Tangerang-Merak, Kota Serang, Banten. Kenaikan harga minyak dunia berpengaruh pada BBM dalam negeri( ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nym.)

HARGA minyak mentah pada perdagangan pagi ini, Senin (21/9), mengalami kenaikan. Brent crude oil diperdagangkan di atas US$101 per barel. Kemudian WTI crude oil berada di kisaran US$96-US$97 per barel.

Pengamat mata uang & komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut kenaikan harga minyak dunia masih dipengaruhi memanasnya situasi geopolitik. Ia menyebut situasi di Eropa Timur dan di Timur Tengah terus bergejolak.

“Di Eropa Timur kita lihat gudang di Kiev (ibu kota Ukraina) dibom menggunakan drone oleh Rusia, ini membuat ketegangan baru kembali memanas di Eropa Timur,” ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (21/9).

Houthi Serang Arab Saudi

Di Timur Tengah, Yaman Houthi sudah bisa melakukan penyerangan terhadap gudang-gudang dan bandara di Arab Saudi. Ibrahim menyebut Yaman Houthi saat ini sudah mempunyai persenjataan lebih canggih dari Arab Saudi.

“Arab Saudi meminta bantuan terhadap Amerika, Amerika pun juga tidak mau membantu Arab Saudi, karena ada perjanjian antara Yaman Houthi dengan Amerika yang tidak akan saling serang,” paparnya.

Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb juga sudah dikuasai 100% oleh Houthi. Eropa dikabarkan akan membantu untuk membuka Selat Bab el-Mandeb.

“Di Selat Hormuz sendiri, walaupun di minggu ini akan ada pertemuan Dewan Keamanan PBB, kemungkinan Trump akan bertemu dengan Presiden Iran, tetapi kita lihat bahwa Selat Hormuz kemungkinan besar akan ditutup total oleh Iran,” ujar Ibrahim.

Ia menyebut belum adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran tentang perundingan yang diprakarsai oleh Pakistan. Di sisi lain, Amerika sendiri melakukan sanksi ekonomi lebih berat lagi terhadap Rusia karena penyerangannya terhadap ibu kota Kiev, pergundangannya, dan lain-lain.

“Ini membuat ketegangan antara Amerika dan Rusia semakin meruncing. Bukan saja Rusia dengan Ukraina, tapi Rusia dengan Amerika. Secara geopolitik ini mempengaruhi laju harga minyak mentah,” pungkasnya. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *