Dinkes Kota Tasikmalaya Temukan 2.303 Kasus TB, 25 Orang Meninggal Dunia
Warga mendengarkan penjelasan dari petugas kesehatan saat cek kesehatan gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis (TB) di Perpustakaan Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (28/7/2026).(ANTARA/ABDAN SYAKURA)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melaporkan temuan signifikan kasus penyakit tuberkulosis (TB) di wilayahnya. Berdasarkan hasil skrining periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 2.303 warga terindikasi positif mengidap TB, di mana 25 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Arif Prianto, mengungkapkan bahwa dari ribuan kasus tersebut, terdapat 18 pasien yang teridentifikasi mengidap multidrug resistant tuberculosis atau TB MDR.

“Kasus tuberkulosis merupakan penyakit bakteri menular yang berpotensi serius memengaruhi paru-paru dan menyebar saat orang terinfeksi batuk atau bersin. Untuk TB MDR, gejalanya serupa namun penanganannya lebih kompleks karena bakteri sudah kebal terhadap obat antibiotik umum,” ujar Arif Prianto di Tasikmalaya, Senin (21/9/2026).

Penanganan Pasien TB MDR

Arif menjelaskan, 18 pasien TB MDR saat ini tengah mendapatkan penanganan intensif dengan pemberian obat khusus seperti isoniazid dan rifampicin. Kondisi TB MDR biasanya ditandai dengan keadaan penderita yang tidak kunjung membaik atau justru bertambah parah meskipun telah menjalani pengobatan rutin selama enam bulan.

“Kemunculan TB MDR umumnya dipicu oleh ketidaktuntasan pasien dalam menjalani masa pengobatan, sehingga mereka harus kembali menjalani siklus pengobatan dari awal dengan pengawasan ketat,” tambahnya.

Hingga saat ini, sebagian besar pasien masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Tasikmalaya. Dinkes terus berupaya menekan angka penyebaran dengan memastikan ketersediaan obat-obatan dan pemantauan berkala terhadap para penderita.

Gejala dan Imbauan Kesehatan

Berdasarkan data medis, pasien TB maupun TB MDR di Tasikmalaya rata-rata mengalami gejala klinis sebagai berikut:

  • Demam dan menggigil.
  • Batuk berdahak atau batuk berdarah.
  • Nyeri di bagian dada.
  • Berkeringat dingin pada malam hari.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan secara drastis.
  • Rasa lelah berlebihan dan sulit bernapas.

Menyikapi peningkatan kasus ini, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat diminta menghindari kontak langsung dengan penderita TB, menjaga pola makan seimbang, serta rutin berolahraga.

“Kami meminta masyarakat untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala ke fasilitas kesehatan terdekat agar deteksi dini dapat dilakukan dan penanganan tidak terlambat,” pungkas Arif.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *