
PAPARAN sinar matahari mulai diteliti sebagai salah satu terapi pendamping dalam proses pemulihan pasien setelah mengalami stroke. Studi terbaru yang diterbitkan dalam European Stroke Journal pada Mei 2026 menemukan bahwa terapi paparan sinar matahari tambahan berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup pasien stroke dibandingkan perawatan standar saja.
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) New Delhi, India. Studi berlangsung pada November 2023 hingga April 2025 dengan melibatkan pasien dewasa yang baru mengalami stroke sedang. Dari 212 pasien yang menjalani proses skrining, sebanyak 40 orang akhirnya mengikuti penelitian dan dibagi secara acak menjadi dua kelompok.
Satu kelompok mendapatkan perawatan standar yang ditambah paparan sinar matahari, sementara kelompok lainnya hanya mendapatkan perawatan standar. Pada kelompok yang memperoleh terapi tambahan, peserta mendapatkan paparan sinar matahari di luar ruangan selama sekitar 30 menit setiap dua hari sekali selama 15 hari.
Peneliti kemudian menilai perubahan kualitas hidup peserta menggunakan Stroke-Specific Quality of Life atau SS-QoL. Hasilnya menunjukkan kelompok yang mendapatkan tambahan paparan sinar matahari mengalami peningkatan skor kualitas hidup yang lebih besar dibandingkan kelompok perawatan standar. Peneliti juga tidak menemukan kejadian buruk yang berkaitan langsung dengan intervensi selama penelitian berlangsung.
Temuan tersebut bukan yang pertama mengenai hubungan paparan sinar matahari dengan pemulihan setelah stroke. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heliyon pada 2020 juga menguji terapi paparan sinar matahari pada 46 pasien stroke yang memiliki kecenderungan mengalami depresi. Peserta dalam kelompok intervensi mendapatkan paparan sinar matahari setidaknya 30 menit per hari selama periode penelitian.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada gejala depresi dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari pada kelompok yang mendapatkan terapi paparan sinar matahari. Namun, penelitian itu tidak menemukan peningkatan signifikan pada fungsi kognitif pasien.
Meski demikian, temuan tersebut belum berarti bahwa berjemur dapat digunakan sebagai pengganti rehabilitasi atau pengobatan stroke. Studi terbaru di European Stroke Journal sendiri menyatakan bahwa penelitian dengan jumlah peserta yang lebih besar dan dilakukan di berbagai pusat kesehatan masih diperlukan untuk memastikan efektivitas terapi tersebut.
Dengan demikian, paparan sinar matahari saat ini lebih tepat dipandang sebagai potensi terapi pendamping dalam pemulihan pasien stroke. Penanganan stroke tetap membutuhkan perawatan dan rehabilitasi sesuai kondisi masing-masing pasien serta arahan tenaga kesehatan.
(AIIMS/P-4)
