Kolaborasi Pemerintah dan Media Buka Akses Pasar bagi UMKM
Menko PM menghadiri RRI Fest di Bogor, Sabtu (19/9).(Dok.Istimewa)

PEMERINTAH terus memperkuat sinergi dengan media untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Kolaborasi tersebut diwujudkan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) melalui RRI Fest di Bogor, Sabtu (19/9).

Dalam kegiatan tersebut, Kemenko PM membawa program 1001 Pasar Rakyat dan Workshop Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar. Sebanyak 55 pelaku UMKM terkurasi mengikuti bazar, sementara 100 pelaku UMKM mendapatkan penguatan kapasitas melalui workshop.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar mengatakan, kolaborasi pemerintah dan media perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk membuka akses pasar bagi usaha lokal.

“Kita ingin panggung yang sudah dimiliki media menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar. Jadi bukan hanya ramai acaranya, tetapi ada manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha,” ujar Menko Muhaimin.

Menurutnya, bazar tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, produksi, hingga akses pasar.

“Bazar itu muara dari pemberdayaan. Setelah masyarakat dilatih dan didampingi, kita harus memastikan produknya punya pasar. Di situlah pemberdayaan menghasilkan kemandirian ekonomi,” katanya.

Muhaimin mengatakan, RRI memiliki jaringan yang luas hingga berbagai daerah sehingga sinergi tersebut berpeluang direplikasi untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan.

“RRI sudah punya panggung di banyak kota. Tugas pemerintah adalah mengisi panggung itu dengan program yang menyentuh langsung ekonomi warga. Pemberdayaan harus hadir di tempat masyarakat berada, bukan hanya di kota-kota besar,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan di Bogor diawali senam sehat bersama dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menko PM juga mengunjungi sentra produksi sepatu di Ciomas, meninjau bazar UMKM dan pelaksanaan CKG, serta menghadiri Dialog Bersama Menko PM bertema ‘Sinergi Pemerintah dan Media untuk Kemandirian Ekonomi Lokal’.

PERAN KURASI

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, kurasi menjadi bagian penting dalam program 1001 Pasar Rakyat. 

Pelaku usaha yang terlibat dipilih dan didampingi agar memiliki kesiapan untuk memperluas pasar. “Jadi kita tidak sekadar membuat bazar, tetapi menjahit ekosistem agar pelaku usaha punya akses pasar,” ujarnya.

Menurut Leontinus, akses pasar perlu dibangun secara berkelanjutan agar pelaku usaha dapat naik kelas. Karena itu, Kemenko PM juga menghadirkan workshop optimalisasi media sosial yang diikuti 100 peserta, dengan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, dan pelaku usaha lokal.

“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan. Pelaku usaha membutuhkan akses untuk berkembang. Tugas pemerintah adalah memastikan akses itu tersedia, terus dibuka, dan bisa dijangkau masyarakat di daerah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengatakan, RRI Fest merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang temu masyarakat di berbagai daerah. Kolaborasi dengan Kemenko PM memperkuat fungsi tersebut dengan memberikan ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus memperluas jangkauan pasar. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *